Wednesday, November 29, 2006

Happy belated birthday my dear friend

--Monday, November 27, 2006 11.27pm--

“Happy B’day… Happy B’day… Happy B’day... Fei - fei.
(^_^’)v. Umur b’tambah semoga lo juga bisa b’tambah di segala aspek kehidupan dalam hal positif. Hope ur dream comes true. I’m wishing you all the best always for you my friend. Sukses ya.  . Happy belated birthday for my dear friend Fei – Fei. (^_^’)v. GBU. “


Sepenggal kutipan SMS yang kucoba kirimkan kepada temanku yang sedang berbahagia di hari ulang tahunnya. Semoga di hari ulang tahunmu ini kau mendapatkan semua yang kau inginkan dan yang kau impikan dapat tercapai. Semoga di umurmu yang sekarang ini kelak kau akan menjadi bertambah dewasa dan dapat menemukan jawaban atas semua pencarianmu dalam hidup selama ini. AMIN. GBU my friend.

Inikah akhirnya? (Persahabatanku)

Sahabatku,

Tahukah kamu kalau aku sangat mengasihimu?.

Sahabatku,

Tahukah kamu kalau aku tidak bermaksud menyakitimu?

Tahukah juga kamu,

Aku rindu persahabatan kita yang dulu.

Aku sedih!

Inikah nilai yang harus dibayar atas kasih

Aku sesalkan semua ini!

Yang seharusnya tidak terjadi

Tuhan, aku butuh mukjizatmu

Aku ingin sekali kami seperti dulu

Ini menjadi rinduku

Yang kupendam dalam kalbu

Sampaikan maafku pada kekasihmu

Aku sesalkan ini

Sungguh ini bukan maksudku

Sekali lagi aku sesalkan yang terjadi

Inikah akhir dari persahabatan?

Adakah suatu akhir di dalamnya?

Benarkah ini yang harus terjadi?

Ataukah masih bisa dikompromi?

Di hari ulang tahunmu ini

Ku ucapkan happy b’day for u.

Aku ingin yang terbaik untukmu

Maafkan aku atas semua yang lalu

Semoga kau mendapatkan kebahagiaan

Dan yang terbaik atas apa yang kau impikan

Happy belated birthday!

For you my dear friend.


Announcement for the apologize

For all my friends outhere…

All of my friends!

I’m very sorry for all I’ve done before and now

If I’d ever hurt you.

I didn’t mean it.

I know I’m careless

But I do care of you.

I just don’t realize sometimes

Everytime I make some jokes I didn’t know that some of you been hurt by me. I’m sorry.

Now whats on my mind is..

Just begging an apologize of u guys

I don’t want the last thing happened again in my life for twice.

I’m losing my friendship once.

But no..

For me.. Its not losing

Just invisible for the time.

Don’t go.. Please..

Remind me when I misbehave

When you’re understanding, is stand still of me.

I love you guys..

Friendship forever.

Sunday, November 19, 2006

Forbidden Love

Aku cinta hidupku

Dan aku rasa tidak ada yang salah dengan itu.

Sampai ku pada

Persimpangan batas yang orang bilang itu norma


Tahu apa mereka tentang aku?

Nothing..

Mereka memang mengenalku

seperti aku juga mengenal mereka

tapi mereka tidak tahu tentang diriku sepenuhnya!


Tolong urus saja hidup kalian menurut norma yang kalian pandang itu benar

Dan biarkan aku bebas menjalani kehidupanku sesuai kemauanku!

I’m just human like you

Biar aku yang menentukan dan memilih jalanku

Dan biar aku cari sendiri apa itu arti BENAR

Aku muak dengan norma

Aku muak dengan kalian

Cinta ini tidak bulat,

Tidak juga kotak,

Tidak juga kerucut,

Tapi mungkin poligon?

Tidak juga...

Aku tak tahu persis apa itu bentuknya.

Mungkin saja liquid atau mungkin solid?

Tapi bukan itu point-nya!

Pernahkah kita sedang-dalam atau pernah menghadapi cinta terlarang?

It’s forbidden love.

Aku sedang menjalaninya sekarang!

Dan aku akan menjalaninya sampai aku menemukan

Sesuatu yang disebut ukuran, aturan, bentuk atas cinta

Semoga apa yang aku jalani ini benar adanya.


Demi semua pengorbananku menembus batas atas apa yang orang sebut itu tak pantas

Forbidden love

Thursday, October 12, 2006

Keterapunganku

Aku sedang terapung!! aku tidak tahu akan seperti apa akhirnya nanti. aku hanya diam lemas dalam keterapunganku. mungkin aku akan tenggelam, atau mungkin aku akan berhasil mengambang dan mengalir dalam aliran ini! tapi aku tidak tahu!! Diam. Aku terapung dalam waktu. Tenggelamkan kepalaku Dan menutup mata. Tanda ke-tidak-ingin-tahuan-ku.

Friday, October 06, 2006

“G” dan singa si “Leo”, adalah satu

Pengembaraanku yang tak berujung

Membuatku jenuh dan lelah

Sampaiku pada liku hidup yang tak tercelah

Yaitu cinta diujung

Tanyaku dalam hati

Naifku menyadarkanku

Mulutku tak sama dengan hatiku

Aku serasa mati

Singa itu Si “Leo”

Dan aku adalah “G”

Kami adalah Satu

Satu adalah kami

“G” terkapar lunglai

hanyutnya dalam air membawa perjuangan yang dahsyat

Leo tidak lunglai

Dan ialah yang akan membuat “G” menjadi kuat

Karena mereka adalah cinta

Karena cinta mereka ada

“G” dan Singa si “Leo”

Panggil saja dia “G”, memang ini bukan sebuah nama. Tapi ini cukup untuk me-representasi-kan semua. “Apalah arti sebuah nama”,kata Shakes Peare. Berangkat dari situ aku mengusung “G” dalam tulisan ini.

“G” ; Seorang yang dapat dikatakan “Unpredictable”. Itu menurutku dan sahabatnya. Dia seorang yang Open – Minded, baik, jujur. Namun layaknya hidup di dunia nyata terkadang iapun tidak menjalani hidupnya dengan baik. “Itu semua relative”,katanya.

Dan inilah kisah “G” dan Singa si “Leo”.

“G” sedang dalam pengembaraannya menikmati dunia. Dia berjalan, mendaki, berenang dan sesekali melompat. Kadang ia pun harus bergelayutan dan kadang ia juga membiarkan dirinya jatuh ke dalam air yang akan membasahi dirinya serta membiarkan dirinya terhanyut oleh aliran air. Ia membiarkan air membawa dirinya mengalir begitu saja tanpa arah yang jelas. Sampai nanti ia akan terhenti. Dan dari tempat ia terhenti ; ia akan melanjutkan pengembaraan hidupnya.

Sampai suatu ketika ia tiba di suatu hutan yang entah dimana keberadaannya. Ia bertemu dengan “Sang penguasa hutan”; Begitulah Label yang disandang oleh Sang singa. Lalu merekapun berkenalan.

Mereka saling mengenal satu sama lain dikarenakan mereka ada persamaan. Mereka sama – sama sendirian. Sepanjang pengembaraan hidup mereka, penuh sekali dengan warna.

Satu waktu G berkenalan dengan orang asing. Mereka mulai berteman. Mereka telah membicarakan banyak hal. Sampai akhirnya orang asing ini mengajak G untuk berpacaran. Sebut saja orang asing ini Z. Namun hubungan pacaran seperti apa yang akan mereka jalankan? Disinilah masalahnya. Mereka mencoba untuk memiliki hubungan open-relationship!

Memang tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi yang jadi pertanyaan, apakah hubungan seperti ini akan bertahan? Tanyaku dan Leo.

G dan Z pun menjalaninya. Mereka bercinta seolah mereka pasangan sejati yang tak kan terpisahkan. Mereka saling memuja. Dan mengagumi satu sama lain. Sampai pada saat mereka masuk ke dalam cerita kehidupan mereka masing – masing.

Open – relationship adalah salah satu bentuk dari banyaknya jenis relasi. Kita tahu, ada yang namanya closed – relationship; inilah yang umumnya orang jalani. Hubungan satu – satu. Sedangkan open – relationship adalah kebalikannya dari closed – relationship. Hubungan one to many. Yah, bisa dikatakan seperti itu kurang lebih.

Mereka sepakat secara hubungan yang mereka miliki sekarang ini adalah open-relationship, untuk tidaksaling membatasi ruang gerak masing – masing. Masing – masing dari mereka boleh mempunyai pacar lagi.

“What?!” ucapku dengan mengernyitkan keningku.

Hubungan G dan Z pun berjalan harmonis. Tapi apakah ini jujur? Apakah ini nyata?

G yang aku kenal sangat prinsipil, keras, mungkinkah sesuatu yang disebut – sebut cinta itu telah membuatnya berubah? Itu yang aku lihat adanya.

Aneh bin ajaib memang. Leo pun mencoba mendekati dan bertanya pada G. “Are you sure with ur relationship u had now?”,Tanya leo dengan nada datar.

“yeah, I’m sure. I’m okay. I just fine. Thanxs my dear friend”,dijawabnya dengan tenang pula.

“you are not okay deep inside ur heart! What you said is not what you think dear”

“Dalam hatimu semua bertubrukan dan pecah tak tergambarkan”, leo.

“Leo, I have to go now. Bye. Thanxs and see you around dude.”,Ucap G sambil lalu.

Lalu G pergi.

Di bukit belakang gunung dimana semua indah, sejuk,asri nan damai. Disitulah G berada.

Seiring jalannya waktu, G pun berpikir. Apakah ini yang ia mau? Ataukah ini hanya sekedar sesuatu yang ia belum ketahui artinya?.

Dan ia tidak tahu jawabnya.

Ia pun mulai berpikir seperti biasanya seorang G. Dengan dahi yang mengkerut dan sesekali sambil memainkan bibirnya.

Dan dilemma itu masih saja menghantui pikirannya, otaknya benar – benar lumpuh kali ini.

Hubungannya pun dengan Z sekarang – sekarang ini sedang memasuki babak baru. Dalam artian sedang diuji dengan masalah – masalah kehidupan yang complicated.

G sepertinya sadar atas apa yang ia mau dan ia cari, tetapi ia memilih diam untuk menentukan aksi selanjutnya dalam hidup.

Sulit sekali untuk G mengatakan ke Z, “Sorry our relationship its over. Bye!”.

Ia disudutkan antara moral, prinsip, mimpi dan cinta. Selama ini G terlalu meng-indah-kan hubungan antara dia dengan Z.

G terlalu mencintai Z.

Hanya saja yang jadi pertanyaan sekarang ini adalah, Apakah ini pantas dan perlu dijalani?

Moral dan logikanya mengambil alih dan mempunyai pertimbangan tersendiri tentang ini. Dimana moral dan logikanya berkata pada dirinya melalui saraf sensor neuro yang ia punya. Dan terdengar kurang lebih seperti ini, “Gila aje, loe murahan banget sech! Pacaran sech pacaran, tapi kalo kaya gini caranya apa bedanya kaya loe jade pelacur simpenan dia. Secara kalian Open-relationship dan itu gak menutup kemungkinan ia punya banyak pacar di banyak Negara kan? Coba dech loe pikirin lagi. Datang kesini trus bercinta abis itu dia pergi lagi dengan dalih pulang lah, padahal belum tentu juga kan. ”

Tidak hanya sampai disini.

Prinsipnya pun mulai menyinggung dirinya tentang apa yang ia pegang kukuh dari dulu. G pernah berprinsip kalau ia akan memegang kukuh prinsip monogamous a.k.a. monogami getho loch. Dan sekarang kenyataan lain adanya.

Mimpinya pun akan cinta dan kehidupan mulai membuka mata hatinya. G punya mimpi tentang kesuksesan yang ia inginkan. Dan tentang cinta, ia masih percaya dan sedang mencari atas apa itu yang kita sering sebut sebagai cinta sejati. Alias true love. Masih adakah cinta sejati itu?

Dan ini bukanlah akhir dari cerita tentang G, Z, leo, atupun aku si pencerita.

G merenung dan terdiam lama. Bisu. Diam tak berbahasa. Hanyalah hembusan keluar masuk nafasnya yang terdengar.

G telah ambil sikap dan memutuskan sikapnya. Dia akan mempertahankan hubungannya dengan Z, hanya saja G tidak akan membiarkan dirinya tenggelam dalam mimpi manis yang lahir dari hubungan itu. Tetapi tetap memegang mimpi itu sebagai salah satu landasan untuk kuat menjalaninya. Ia akan mempertahankan hubungannya dengan Z dengan rasa tulus dan cintanya. Karena dalam cinta butuh pengorbanan. Dimana mimpi tentang mereka akan menikmati hidup hanya berdua dan terus bertumbuh bersama sampai masa tua mereka. Dan hanya mereka berdua saling mengisi. Tanpa orang lain. Dengan kata lain mereka mensubstitusikan hubungan mereka menjadi closed-relationship.

Tentang moral dan segala macamnya, G tidak mau ambil pusing. Dia hanya membiarkannya jatuh ke dalam air dan membiarkan dirinya terbawa oleh arus ( lagi – lagi).

AKu dan Leo hanya bisa diam dan mengawasinya. Karena kami adalah satu.

Dan inilah hidup yang indah nan rumit layaknya permainan labirin. Kadang kita terlalu naïf akan sesuatu hal yang kita pikir kita tahu sangat jelas dan mengerti. Kenyataannya kita salah. Kita salah atas ketertahuan kita sendiri.

Adakah cinta itu peta dari labirin hidup?
Ataukah memang mereka suatu paket yang misterius dengan jawaban yang relatif?

Yang kutahu sekarang. Aku , Leo dan G hanya menjalani hidup sebagaimana adanya. Terus berjalan tanpa tahu akhir dari kisah perjalanan ini. Dan selebihnya kami hanya menyerahkan diri kami pada sesuatu yang suci yang disebut – sebut sebagai tuhan.

Saturday, September 02, 2006

A letter (Of My confession)

For you my dear,

I love thee My G

I don’t know if I can survive or not.

I wish there is no space between us, no distance.

“I love you” its not just enough. Now the touch!

I just want, we belong together forever.

That’s all.

I wish we can still have one chance to change it.

To explore ourselves

Where is the love? To find out if we’re in love or not.

Or we just in sex.

I hope we can find out the best for us.

I need you.

Wish that we can have a closed relationship.

Just the two of us. Build our own life.

Together we faced all the things in this life.

All the thing they said impossible

We can make it

By showing our power of love.

Share the sorrow and happiness together.

By the end…

I just let my self drowned and let the time killing me

To raised up

And become the new one with true love!

Friday, September 01, 2006

Lelahku.. pada jalan ini

Lelahku pada jalan ini.

Aku tidak tahu lagi arahku

Belok ke kanan ataukah ke kiri

Aku hanya diam!

Aku bosan dengan hidupku

Aku jenuh

Sangat penat terasa kepalaku

Sekali lagi

Aku jenuh!

Bosanku dengan perjalanan ini

Belok ke kiri

Lalu belok ke kanan

Sesekali putar arah

Jalan lurus

Belok ke kiri lagi

Nihil!

Aku kembali lagi!

Jalan yang itu – itu juga.

Aku buta sekali

Dunia yang begitu luas

Tak dapat kulihat

Selesai sudah!

Kutarik simpul tali sepatuku dan kuikat erat

Aku akan jalan kemana kusuka

Menantang dunia dan menjalani hidupku

Karena aku adalah bebas!

Tuesday, August 29, 2006

Cerita ini teruntuk Sahabatku…

(Aku sebagai Wanita dan dia Lelaki)

Sore itu indah sekali. Romansa keindahan terhempas indah di udara saat itu. Panggil saja aku “M”; aku kerja di lingkungan orang2 kota yang bisa dikatakan penganut Freesex lifestyle. Latar belakangku dapat dikatakan berasal dari keluarga baik – baik. Aku rasa begitu..

Sore itu, seperti biasa, Pacarku telah menjemputku sewaktu jam pulang kerja. Secara tempat kerja kami berdekatan sehingga tidak masalah baginya untuk menjemputku. Dan seperti biasa,aku dan dia tidak langsung pulang. Kami telah berpacaran selama satu tahun lebih. Dan selama itu, setiap pulang kerja kami selalu mampir ke tempat makan yang biasa kami kunjungi.

Sehabis kami makan, aku mampir ke kost dia. Kami berbincang – bincang mengenai hari itu.

Tak kusadari waktupun berlalu begitu cepat. Waktu pada saat itu menunjukkan pukul 21.00 ; Begitu aku ingin beranjak pulang. Tiba – tiba hujan turun dengan derasnya tanpa ada tanda – tanda akan turun hujan kala itu.

Akupun tidak mungkin pulang karena tidak mungkin kami hujan – hujanan naik motor. Lalu kami pun terdiam. Angin dingin masuk melalui celah bawah pintu. Untuk menghangatkan kedinginan saat itu, akupun membuat 2 cangkir teh hangat dengan aroma cammomile yang lembut.

Kami berpelukan saat itu dan saling mengisi. Dan ketika itu juga, ia menginginkan aku. Tubuhku.!

Haruskah aku lakukan ini demi cintaku? Atau nafsuku?

Mulutku langsung menolaknya! Entah setan apa yang sedang berbisik di sampingnya, tiba – tiba ia berkata seolah – olah aku penyebabnya. Ia memojokkan-ku. Cinta dan pengorbanan kini ia pertanyakan.

Jujur saja, nafsuku pun bergejolak dalam panasnya birahi ini. Tapi ada yang ku pertahankan yakni nilai yang sangat – sangat berharga bagi wanita, Virginitas! Yah,.. kata lain dari keperawanan.

Tapi hatiku tidak tahan. Aku ingin menerima ajakannya. Aku mencintainya. Aku pikir dialah mr.right-ku. Dan dia pun mulai menggodaku dengan sex appeal yang ia punya. Aku sangat tergoda kala itu. Rayuan – rayuan mautnya pun keluar dari bibirnya yang manis. Ia berhasil menyentuhku tepat di area sensitif-ku. Area paling sensitif yang dimiliki perempuan. Hatiku. Ia berhasil menyentuh hatiku dan akupun terbuai kala itu. Aku merasa seperti wanita dewasa. Wanita dewasa yang butuh disentuh. Sentuhan – sentuhan cinta, perhatian, dan belaian hangat penuh kasih dari lelaki dalam hidupnya.

Bulat sudah keputusanku! Aku menerima ajakannya bercinta!

Dan kami pun bercinta!

Sesudah kami bercinta, kami berpelukan erat dan sangat intim. Lalu kamipun tertidur.

What a wonderful night.
Hanya itu yang dapat kukatakan.

Tetapi justru setelah itu; Adalah awal keterpurukkan ku.

Beberapa saat setelah malam itu, dia berubah. Dia telah berubah. Ia berubah menjadi tidak perhatian lagi!. Tidak pengertian.
Entah ini waktu saja yang kebetulan, atau ini memang kesengajaan. Ia menjadi sibuk dengan kerjaannya. Sampai – sampai tidak ada waktu untuk berbasa – basi lagi denganku. Rayuan yang kutunggu-tunggupun tak kunjung keluar dari mulutnya. Yang ada hanyalah ia datang ketika ia sedang ingin bercinta. Lalu pergi setelah itu.

Akupun begitu naïf akan cintaku saat itu. Begitu buta dan tulinya aku. Aku tidak mempedulikan issue berita yang disampaikan oleh teman – teman sekantorku tentang kelakuannya diluar.
Sebelumnya teman kantorku(lelaki) pernah melihatnya dengan pelacur di diskotek yang boleh dibilang sangat difavoritkan oleh ABG-ABG pemuja pesta, tetapi aku tidak mempercayainya. Aku tidak ingin mengorbankan hubunganku hanya untuk issue yang belum tentu kebenarannya.

Sampai…, saat aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Dan memergoki di kamar kost-nya. Kini aku mempercayai issue itu.

Sakit..

Sesak…

Sangat sesak sekali dada ini. Hampir – hampir aku mati sesak. Perlahan air mataku mulai turun dan membasahi pipiku. Disusul dengan hidungku yang mulai berair. Apakah aku menangis? Yah!.. aku menangis! Dan aku pun menangis dengan terisak – isak.

Aku telah keliru. Keliruku akan hal sebelumnya yang kuceritakan diatas tadi. Tadinya kupikir dialah ‘Mr.right’-ku tapi nyatanya bukan. Harusku akui, aku memang mencintainya.

Setelah hari itu dia tidak pernah lagi menghubungiku. Tidak sama sekali! Aku merasa perih dan hancur! Aku merasa sangat diabaikan dan dicampakkan!
Sampai akupun tak tahan lagi untuk mengetahui semua dan dengan penjelasan – penjelasannya yang nantinya aku harapkan penjelasan itu membuat kami kembali.

Aku menghubungi dia. Meminta penjelasan akan semua hal yang telah terjadi saat itu. Lalu kami pun bertengkar hebat. Dia menyalahkanku atas semua yang ia perbuat. Dengan dalih sex ia mencoba menyudutkanku kali ini. Akupun geram dan tak tahan. Akupun menamparnya. Kemudian ia memutuskanku. Saat itu juga cerita kami telah berakhir. Finish.

Hati ini sangat hancur. Aku merasa seperti dipermainkan. Aku yang dulu mencintainya kini menjadi sangat membencinya. Ego-ku tidak terima ini semua. Baru kali ini aku diputusin. Sebelum – belumnya, akulah yang mutusin mantan – mantanku. Satu penghinaan besar bagi ego-ku.

Marah , benci, kesal, sedih, tangis, sesal, itu yang kurasakan. Semua bercampur menjadi satu.

Marah, benci, dan kesal! Kutujukan kepada lelaki brengsek itu. Yang dulu pernah kucintai.

Sedih , tangis, dan sesal. Penyesalan memang selalu datang belakangan. Inilah yang sedang kupikirkan. Aku menyesali telah melakukan persetubuhan terlarang itu yang tidak direstui tuhan.
Sampai pada perenunganku. Inilah aku. Seorang wanita yang telah menjadi dewasa. Kini aku lebih tegar. Perlu diketahui! Untuk menjadi dewasa bukan berarti harus mengorbankan kesucian. Menjadi dewasa adalah mengenai perasaan, pemikiran, dan penyelarasan rasa dalam hidupmu sebagai seorang wanita. Semua akan matang dengan seiringnya waktu.

Wanita adalah wanita. Jadilah cantik. Jadilah dirimu sendiri! Be proud of yourself.

Aku menyesali telah melakukan hubungan terlarang itu yang tidak direstui tuhanku.



Pesanku kepada sahabatku perempuanku…
Sebisa mungkin hindari sex diluar nikah.
Tetapi apabila hal itu tak memungkinkan, just be safe untuk kebaikan dan masa depan-mu.
Sebelum dan sesudahnya itu semua adalah keputusanmu. Semua tanggung jawabmu.
Karena yang kuperjuangkan sekarang ini bukan hanya emansipasi hak wanita yang terlihat secara kasat mata. Tetapi aku akan menerobos dan menghancurkan nilai – nilai yang ada, Yang selalu menjadikan ‘Virginitas’ sebagai tolak ukur terhadap kaum-ku. Saatnya kini mematahkan dogma itu semua.

Hidupmu indah wanita. Jalani semua yang kau suka. Karena hidupmu sepenuhnya milikmu. Beserta baik buruknya.

Sunday, July 16, 2006

Lalat yang Frustasi

Kududuk di sebuah kursi di suatu taman, sehabisku olahraga sore itu. Istirahatku dengan duduk santai sambil menghirup udara segar di taman itu. Menikmati hangatnya sinaran lembut sore, transendental waktu siang ke malam. Langit sore itu begitu jingga, terang, dan menghangatkan. Kujuga melihat burung – burung sedang terbang kembali pulang ke sarangnya. Kulepas senyum menyambut datangnya sang bulan dan melepas sang mentari sore itu.

Sampai ketika aku duduk, dan disebelahku ada seekor Lalat yang sedang sibuk terbang tak jelas arahnya. Aksi manuver yang dilakukannya membuat aku sedikit bertanya – tanya padanya. “sedang apa kau,lat?”,tanyaku. “(&$@!$^%$*!#”,jawabnya.

Lalu ku diam. Membiarkannya waktu untuk berpikir.

Selang 5 menit kemudian, dia sudah memutuskan apa yang harus dia lakukan. Aku hanya diam. Tetapi dia telah meng-enkapsulasi-kan maksudnya di atas ketidaksadaranku .

Kemudian Ia terbang perlahan dari bawah menuju atas dengan aksi manuvernya yang kali ini ditambah pula dengan serangkaian aksi turbulensi dengan berbagai macam jenisnya. Sekitar 3 menit ia melakukannya, ia melakukannya sekali lagi; Dan kali ini dari atas ke bawah. Dengan cepat ia melakukannya.

Dan…. )*%@$(_ seketika ia mati! Ia baru saja melakukan aksi bunuh diri yang mungkin menurutnya lebih baik dan lebih terhormat. Ia mati kala itu dengan menjatuhkan dirinya ke dalam gelas cendol sisa minum entah siapa yang terletak tidak jauh dari TKP dan tempat duduk yang kududuki sekarang.

Aku hanya diam (lagi - lagi), sampaiku pada perenungan dan prosesi pentransferan roh pun dimulai. Lewat alam ia berkomunikasi denganku. Masalah yang ia hadapi bukanlah sekedar lahir,metamorfosis, makan, dan mati. Melainkan rasa cemburu, rasa cinta yang terlahir di alam ini. Ia ingin keberadaannya dianggap berguna. Ia ingin dianggap exist. Dan tidak melulu oleh dia manusia sakit. Tidak melulu setiap ada dia ,disitu ada penyakit. Ia sebal akan hidupnya yang selalu dipukuli, dijauhi, dan tidak dianggap.

Hidup baginya tidak lebih dari permainan untuk mati. Ia berpikir bahwa hidupnya hanyalah untuk mati. Karena kenyataan begitu adanya. Dunia kejam adanya. Suka atau tidak,disitu akan menentukan perjuangan.

Itulah kisah hidup sang lalat yang frustasi. Ukuran kepalanya yang kurang lebih hampir sama dengan ukuran tubuhnya ini membuatnya abnormal dalam berpikir. Itulah yang terjadi. Ia memiliki masalah keberatan di kepala. Miris memang hidupnya. Tapi itulah lalat. (Lagi – lagi ) Ia hidup untuk mati. Karena ia hanya mempunyai kebebasan hidup di dunia tidak lebih dari 48 jam.

Inilah Balada si Lalat yang frustasi.

Perempuanku... Sahabatku...

Untukmu : perempuanku, sahabatku…

Jangan kau sesali atas apa yang telah kau lakukan

Jangan kau tangisi atas apa yang telah terjadi

Penyesalanmu tidak akan mengubah semua yang telah terjadi.

Dan karena itu, kamu harus teruskan perjalanan.

Biarkan cinta itu pergi darimu.

Aku tahu itu meninggalkan luka yang amat sangat di dirimu.

Jangan kau larut dalam laramu.

You know what?!

You are so beautiful

Dia yang pernah melukaimu bukanlah orang yang pantas.

Aku selaku sahabatmu…

Turut hancur..

Turut sedih..

Sahabatku…

Bangunlah dari laramu..

Tiba sudah waktumu untuk membangunkan dunia.

Karena sudah tidak ada lagi waktu untuk membahas tentang kecacatan wanita

Karena tidak melulu Virginitas dijadikan standard penilaian atasmu

Perempuanku.. sahabatku..

Sunday, June 04, 2006

Ketika Virginitas dikaitkan dengan moral...

Berikut adalah kutipan" chit-chat, yang sekarang ini baru saja terjadi.
is it real? G.. Where is the thing that people usually call it as a moral?
is there any morals left behind?

Berikut kutipan" chit-chat
-------------------------------------------------------------
@@@: kamu masih perjaka?
XXX: What? is it a Question ?
@@@: yeah.. do you?
XXX: oh.. c'mon is it really important for you to know?
@@@: yeah of course!
XXX: nope.. i'm not!
XXX: and you?

XXX:????????
XXX: hello....
XXX: Answer me please...
@@@: you guess!
XXX: ehm......
XXX: dunno..
XXX: i guess u're not too, is it right?
@@@: hahahaha...
XXX: ?? whew..
@@@: yup you are right. i'm not virgin anymore.
XXX: O...
XXX: boleh donk test drive?
@@@: yakin situ kuat?
XXX: ough.. baby... come to daddy... here..
XXX: can't you feel it?
@@@: ketemuan yuq?
XXX: okay, dimana?
XXX: kapan?
@@@: ur cellphones please!
XXX: 08129753***
XXX: when we'll be meet?
@@@: wednesdays night 8 pm at my apartment 'Blablabla' 8th fl.
@@@: i'll call you later.
XXX: okay babe..
@@@: bye babe..
XXX: Call me babe... i'll be waiting 4 ur call.

-------------------------------------------------------

Sekarang banyak istilah" yang tengah hadir di sekitar kita tanpa disadari ke-exist-annya. Seperti MBA: bukan lagi Married By Accident melainkan Married But Available. Warna - warni kosmopolis telah ramai adanya. tanpa disadari. Warna itu telah menempel di tubuh kita. suka atau tidak, warna itu ada!

Apakah aku hina?
Apakah aku cabul?
Orang bilang aku pelacur!
Orang bilang aku Lelaki Buaya!
Orang bilang aku Binal, tak punya moral,...
Dan masih banyak lagi cercaan dan cacian yang keluar begitu saja.

Aku Cuek. salahkah aku akan ke-cuek-an ku itu?

Satuhal yang aku tahu pasti. Aku bukan perjaka.
Aku sudah tidur dengan beberapa orang.
Tapi aku masih hidup. dan aku exist!

Ketika virginitas menjadi tolak ukur?
Masihkah itu terjadi di kota besar jakarta ini?
Yah... Masih!!

Satuhal.. Virginitas tidak akan menjawab komitmen hidup kalian!
Virginitas tidak akan membuat seseorang terlihat baik atau buruk!
Virginitas bukan suatu matrik ukur atas sesuatu yang dinamakan kesetiaan!
Virginitas tidak menandakan kenakalan seseorang!
Virginitas juga tidak menunjukkan bahwa orang itu tidak bermoral ataupun beriman!

Terimalah semua yang ada. Syukuri yang kau punya. Bukalah mata...
Lihat di luar sana..
Patahkan statistik serangkaian pemikiran" kolot.
Saatnya kita lebih terbuka dan saling menerima semua yang ada di sekitar kita.
karena Manusia di ciptakan sengaja dengan keberagamannya yang sangat amat complex adanya dibuat-Nya.

Tuesday, May 30, 2006

Matahariku sedang terbenam


Hanya 'aku', diriku, bayanganku dan jiwaku...
Adakah disana tempat untuk mencairkan kebekuan dalam diriku...???
sekedar untuk menghangatkan jiwaku,
Aku Jatuh...
Jatuh..
Terjerembab ke dalam kubangan yang dalam...
yang bukan hanya kotor melainkan juga Bau ;
Aku pun teriak....
"Hei.... apakah ada orang diatas sana????...",
"...........",Hanya hembusan semilir angin dan suara beberapa daun yang sedang jatuh berguguran ke tanah, dengarku.

Dingin...
Sang Jagoan 'Matahari' pun kini telah redup..
tidak ada lagi sang penghangat bagi-ku sekarang.
kini yang ada hanya sang Cahaya pemberkat sang malam.
Kelam sudah sekarang.. semua redup...
semua dingin...
semua.. Gelappp!!......

Ketakutan-ku akan kegelapan...
suka atau tidak suka harus kuatasi..
mau atau tidak, aku harus bisa beradaptasi.
Harus kuhadapi rasa itu..
"Jangan takut.., jangan takut..",
"i know you can do it, c'mon don't be afraid into the darkness"
,ku berkata dengan diriku sendiri.
Semacam ritual penyemangatan diri..
menyangkal semua kebenaran tentang diriku yang seorang Nyctophobia*
hanya untuk mendapatkan self confidence
Semacam memanipulasi diri demi sesuatu yang kita menilai itu benar.

Lelahku atas semua usahaku..
Klimaks sudah kurasakan..
Akupun tertidur..
pulas.. lelap..
entah itu dapat disebut nyenyak atau tidak?
yang pasti aku tertidur ..
lelap.. seperti boneka yang terjatuh dan terdiam statis begitu saja.

Mimpiku..
Semuanya adalah tentang rasa hangat..
Sehangat ketika kau menyambut musim gugur.
Sehangat...
Sehangat ketika kau merasa ketika di saat musim dingin kau meniknati secangkir teh hangat

Semuanya adalah tentang rasa nyaman..
senyaman ketika kau merasa lelah sehabis beraktivitas lalu kau
melemparkan tubuhmu ke sofa yang empuk dan dengan malasnya kau memegang remote dan menonton.

Semuanya dalam mimpi itu adalah tentang Hangatnya harapan datangnya sang jagoan 'matahari' itu.

Terbangunku dari tidur itu..
Kulihat disekelilingku...
Semuanya... tak berubah..
Tetap Gelap.. dan dingin...
Kecewaku atas keterbangunanku ini.
ingin terus tidur dan bermimpi...
Doa'ku tak tersampaikan atau masih sedang dalam proses..???
,pikirku. Tapi Apapun itu..
aku terus berjuang melawan rasa takut itu dan terus menunggu.
Dan...
Sementara itu..
Akupun memutuskan untuk tidur lagi.

Sampai nanti aku terbangun sendiri,..
bukan karena mimpi..
bukan karena dingin yang begitu menusuk tulang,..
Dan bukan karena apa - apa,..
Melainkan Terbangunku karena masa itu telah datang.
mimpiku telah datang.
Kehangatan itu yang membangunkanku.
.....................

* Nyctophobia = Rasa takut yang sangat besar terhadap kegelapan. alias orang yang takut akan kegelapan.

Wednesday, April 26, 2006

Sweetest Memory

Arti Rindu ku,
Hanya ingin kau tahu saat aku sedang mengenangmu. Aku jelas tahu alasan saat itu. Seperti yang sekarang ini sedang kau jalani, bukan? Dan aku mengerti.

Date: Fri, 14 Apr 2006 12:30:02 +0800 (CST)
Subject: Re: Clip luthju.. ^^
To:"Lee setiawan"

Hi sowwy ya baru sempat ngereply your msg tertanggal 2 Maret 2006. Your poem on the butterfly has really touched me deeply. I wish things were otherwise but maybe the timing isn't right yet. Btw, I've sent some note to your ****** and I do hope I've written my best on you. Been very busy lately but that's life I guess...How have you been?
B een there, been through the ups and downs
U tter disappointments and extreme joy from clowns
T hese make me laugh and sometimes frowns...
T hrough friends and foes I've known
E very heartbreak and love I own
R eminds me of how much I've grown...
F or the essence of life I've been searching for
L ies true love behind that closed door
Y earning to be opened, longing to be cared for...
Thanks a lot for being there..., B.

Thanks juga untuk e-mailnya. I do miss you and i realize too that you are not the one can be.
I know the timing isn't right yet.
What we had in the past its only kind a memorial for me. a part of my story.
But i'm happy now. Paling tidak bagian itu tidak akan hilang dari memori otakku.
Biar kusimpan secara rapi di benakku sebagai KENANGAN TERINDAH.
Seperti judul lagu yang sedang menjadi HITS SONG sekarang ini By SAMSON dengan KENANGAN TERINDAH nya. Tapi ku yakin bukan hanya aku seorang yang sedang miris terhadap lagu ini. Inilah hidup yang tentu belum berakhir sampai disini.

Semoga engkau dapat menemukan arti hidup dalam cinta yang sebenarnya seperti yang kau sedang cari. Terus kembangkan sayapmu, ber-Evolusi dalam hidup. Struggle for the pain kumpulkan sari - sari kehidupanmu Dan jadikan itu bermanfaat dalam hidup.

Sampai jumpa lagi.
Dan sampai saat itu tiba...
Ku ingin yang terbaik bersama mu.

Thursday, March 02, 2006

Kupu - kupu itu telah pergi..


Lihat dan tengoklah... , tidak semua Ulat itu buruk. Banyak orang bilang Kupu - Kupu itu indah dan tidak dengan Ulat. Sebelum Kupu - Kupu itu berhasil menjadi cantik seperti sekarang (Evolusi) dulu ia hanyalah sebentuk Ulat yang tidak diakui keberadaannya dan hanya dipandang sebelah mata saja oleh Manusia. Adilkah ini?


Selalu ada kemungkinan dalam evolusi-nya menjadi seekor Kupu - Kupu;
Kemungkinan pertama, Ia akan mati dalam kepompong karena ternyata ia tidak cukup kuat.
Kemungkinan kedua, Ia akan mati dalam kepompong dikarenakan faktor alam, dan manusia.
Kemungkinan ketiga, Ia akan berhasil menjadi Kupu - Kupu, tetapi Kupu - Kupu yang tidak tidak cantik/indah karena faktor lingkungan berpolusi tinggi.
Kemungkinan keempat, Ia berhasil melewati proses alam dan menjadi Kupu - Kupu Cantik nan indah.
Dan tentunya masih banyak kemungkinan - kemungkinan yang ada.

Tentu saja itu bukanlah akhir kisah yang indah buat-nya. Ia masih harus menjalani kehidupannya. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah akankah ia mendapat akhir cerita yang indah dalam hidupnya? ataukah tidak?

Kini Kupu - Kupu itu telah pergi.... , entah happy ending ataukah sadly ending yang ia dapat. Pada waktu yang lalu, kulihat seorang anak lelaki kecil yang tersenyum tanpa rasa takut ataupun jijik, dan kulihat ditangannya yang kecil itu ia sedang memegang seekor Ulat. Ya.. Benar, Ulat kecil berwarna hijau yang mungkin saja bisa membahayakannya, tapi.... No.. No... Its not happened!. Tersenyum-ku padanya, dan ia menjulurkan tangannya yang kecil itu padaku sambil berkata, "Sentuhlah dia dengan penuh, pasti Ia akan menjadi Kupu - Kupu yang cantik nantinya.". Akupun menyentuhnya. Lalu anak itu memberikan Ulat itu padaku. Dan ia pergi.

Sekarang Ulat itu telah tumbuh menjadi Kupu - Kupu yang indah. Kini Kupu - Kupu itu telah pergi, saatnya Ia terbang menikmati dunia. Akankah Ia ingat jalan pulang? Hmm.... Aku tidak tahu...!. Paling tidak, Kupu - Kupu itu tahu dengan pasti kemana ia akan terbang sesuka-hatinya. Karena Metamorfora dalam hidupnya telah berhasil dilewati. Hanyalah Evolusi kehidupan sekarang ini yang harus ia jalani!!.


Doa-ku, yang terbaik untukmu, My Butterfly. I Miss You,B .
(My pray, wishing you the best all the time, My Butterfly. I Miss You B.)

Tuesday, February 14, 2006

V-day is comin'

Happy V-day guys..

Hmm.. hari ini hampir semua orang merayakan Valentine day.
Oke gw cuma mao ngucapin aja happy valentine day to all of you guys..
gw ikut seneng dech buat yang baru ditembak ataupun yang baru jadian di hari ini.
oh ya.. gw juga mao congrats to my best friend for his anniversary-nya ama bokinnya yang ber inisial Polariz. heuehuehuehe... Selamat yach buat lo be2 guys. bets da 2 taonan nech.

kadang seneng bgt yach kalo ada temen yg lage bahagia. meskipun kadang kita ngiri tapi pasti ujung2nya klo emang itu best prens sendiri pasti kita ikut bahagia. hahahaha..
Buat loe- loe orang yang ngejomblo sama kaya gw sekarang ini. Mari kita saling mengasihi dan berbagi,okay!? Please jangan sungkan klo butuh bantuan moril ataupun lage butuh support. karena gw akan selalu usahain untuk ngebantu semua orang sebisa gw.
lo tau kemana harus nyari gw. bisa lewat e-mail, ataupun kirim sms. heuheuehue...

Anyway.. selamat menghabiskan malam valentine mu dengan orang yang kau kasihi.
with love.

'G'

Monday, January 30, 2006

"G - Spot" ????


Hmm... "G - Spot".. What the H*LL..
YUp.. Untuk suatu permulaan ini adalah suatu kata yang penuh tanda tanya dan keheranan, mungkin..

Kenapa "G-Spot"? Karena huruf "G" disini merepresentasikan nama saya.
Nama saya August biasa dipanggil "Guss..."(Dengan desisan huruf 'S' yang panjang) =D
Sehingga Inisialisasi dari kata "Guss.." atau "Gooozz" inilah yang saya ambil huruf "G" itu.
Dan sedangkan kata "Spot", seperti yang kita ketahui..
Definisi Spot itu sendiri adalah fokus, area, titik, dll.
Adalah fokus yang saya pilih dalam definisi spot disini.
Jadi "G - Spot" disini memiliki definisi lain dari seperti yang kita ketahui biasanya.
G-Spot ~> Fokus atau area tentang diri saya. =D

Yeah.. ini hanyalah goresan - goresan tanpa arti..
L.O.L. ho.ho..ho...
And the story goes...