Sunday, November 04, 2007

Cinta

Cinta datang
Cinta tumbuh
Cinta bersemi
Cinta bahagia
@
Cinta pergi
Cinta gugur
Cinta patah hati
@
Cinta diam
Cinta hening
Cinta berpikir
@
Cinta bersemangat
Tapi Cinta takut
Cinta berdiam
Cinta menunggu
Cinta kalut
@
Cinta kenalan dengan si Prinsip baru
Cinta memegangnya dengan kuat
@
Cinta menangis
Cinta sedih
Cinta bingung
Karena cinta telah bertentangan dengan prinsip
@

Lagi..
Cinta kalut dan takut
Akan bayang – bayang yang telah lalu
@
Cinta bertanya pada cinta
Dan cinta tidak menjawabnya
Karena cinta sendiri adalah anugerah untuk merasakannya
Dan bukanlah pertanyaan
dan Cinta bingung...
@
Cinta SMS si Logika
Terjadi proses input – output
Dan Cinta pulang kerumah
Lalu tertidur dalam dekapan Sang Waktu
@
Sang Waktu yang mengajarkan Cinta
Untuk peka dengan cinta
@
Kini Cinta..
Telah siap untuk cinta
Dengan si Prinsip
Si Logika
Dan Sang Waktu
adalah kompleksitas yang terintegrasi dalam Cinta
@
Karena hati tidak exist melainkan nurani
Dan kejujuran adalah elemen pendukung dalam Cinta
Serta kepercayaan
@

Peran utama :
si Cinta -> relatif, kompleks, simple, bodoh, buta, funky, fun, sexs, gairah, semangat, kasih, lugu, apapun yang sering terdengar oleh kita dari dunia tergantung pada kondisinya, itu Cinta.

Peran pendukung :
si Prinsip -> si Prinsip biasanya keras, tergantung watak, kadang bisa juga jadi si Prinsip tulang lunak. Hanya makhluk berhati halus yang terkadang mentransformasikan si Prinsip menjadi si Prinsip Tulang Lunak atau yang lebih dikenal (PTL).
si Logika -> si Logika selalu mencoba mencari argumen baru dan fakta – fakta baru untuk menentang Si Cinta, biasanya.. tapi gak selalu. Masih sama dengan si Prinsip, boleh dibilang masih kerabat dekat. Paling tidak rumahnya berdekatan.
sang Waktu -> sang Waktu-lah yang paling tua diantara kedua peran diatas. Dia immortal alias abadi, dan rasanya gak pernah tertidur. Dia selalu menjadi saksi dunia dari masa ke masa. Tidak heran rasanya dialah yang paling sesepuh. Karena yang dia yakini Cinta itu indah adanya.

Mimpi

Aku terbangun lagi dari tidurku
Mimpi yang sama
Mimpi yang begitu menakutkanku
Selalu terkejut
Dan terbangun
Mimpi ini begitu nyata
Akankah kutemukan jawaban dari semua mimpi ini?
Ataukah ini hanya bualan yang seperti orang katakan
kembang tidur..
Yang terdengar seolah – olah sesuatu yang indah

Temanku
Saudaraku
Bahkan kekasihku

Dengan mudah mengatakan itu hanya kembang tidur
Hampir setiap malam aku terbangun
Dan kekasihku pun terbangun karenaku
Mimpi yang tiada akhir

Percayakah kalian ada sesuatu yang tak dapat diraba , dilihat oleh indera
Tetapi hanya dapat dirasakan
Semuanya serasa hening
Dan mimpi itu begitu jelas terasa dan terlihat dalam mimpiku

Ada sesuatu kekuatan pikiran yang mengendalikan semua ini
Aku percaya itu
Tolong Aku ini
Agar mimpi itu terkubur dan berlalu

Aku Anak Jalanan

Kalian bertanya
Apakah aku kedinginan?
Bagiku itu bukanlah pertanyaan melainkan
Pernyataan yang tepatnya
Dingin adalah teman malamku, dan teman tidurku

Bahagiakah aku?
aku bahkan sudah tidak dapat membedakan lagi antara rasa bahagia dan duka
engkau menanyakan apa cita – citaku,
aku hanya mendengar bahwa kita haruslah punya cita – cita dan gantung itu setinggi langit.
apakah itu hanya sekedar hiasan? Ataukah pemanis kata?
Yang aku tahu bahwa aku haruslah meraih apa yang aku butuhkan untuk hidup dan terus hidup.

Aku tidak tahu siapa orang tuaku, seingatku sudah cukup lama dalam hidupku
Aku tinggal dengan bang Jack. Semua memanggilnya seperti itu.
Aku mengamen dari bus ke bus lainnya, berlari dengan sepatu ala kadarnya pemberian bang Jack.
Mengejar setoran yang syukur alhamdullilah pas – pasan untuk makan.
Belum lagi harus berebutan lahan area ngamen alias bertengkar dengan sesama grup anak jalanan lain.

Om asing ini menanyakan siapa namaku, “Nina.. Om..”, Jawabku.
“Om wartawan yah? Koq om potoin kita semua. Om aku mau donk dipoto biar kaya model. Aku juga ingin dech om bisa kaya artis2 di tipi.”, celotehku sambil Om itu mengambil foto-ku.
“Kamu umur berapa nina?”, Om itu bertanya sambil mengambil foto anak – anak lainnya yang sedang tertidur di pinggiran jembatan halte busway.
“Aku sepertinya 10 taun dech om”, dengan wajah nyinyir ku menatapnya.
“koq sepertinya? Emangnya ibumu tidak memberitahumu berapa usiamu sekarang?”, Om itu bertanya dengan wajah datar dan sambil tetap mengambil gambar – gambar sekitar.
“aku tidak tau siapa ibuku, yang aku tau aku dibesarkan oleh bang jack. Tapi aku yakin bang jack juga pasti tidak tau berapa usiaku sekarang ini.”, balasku.
Kemudian om itu hanya tersenyum kecil kepadaku. Lalu ia memberi uang kepadaku dan sambil berkata “jangan menyerah yah nina. Kelak kamu pasti akan mendapati makna hidup dan menikmatinya. Jalanmu masih panjang lho nin. Jangan hanya menggantungkan cita – citamu saja,tetapi pelajarilah setiap celah hidupmu dan pelajari cara untuk meraihnya. Oke Nin.? Nama om teguh. Dan om bersyukur sekarang ini tidak malu untuk mengatakan kalau Aku Anak Jalanan.”, serangkaian kalimat nasihat yang keluar dari mulutnya untuk menyemangatiku. Dan om itu pun sambil berlalu memasuki halte antrian busway dan om itupun masuk kedalam bus arah tujuan harmoni.
Segera setelah om itu masuk kedalam bus tersebut pun jalan dan melewati jembatan dimanaku berperan sekarang ini menjadi anak jalanan, Om itu kembali melempar senyum kepadaku dengan begitu jelasnya dapat kurasakan semangat tulus yang ia berikan.
Dan akupun terbawa ke dalam semangatnya. Aku tersenyum dan menegakkan kepalaku ke langit malam untuk memandang bintangku. Dan aku tahu kini bahwa banyak cara untuk menggapainya. Hanya saja AKU. Yah Aku lah sang nahkoda dalam hidup yang memilih untuk meraihnya atau tidak. Terima kasih om untuk kalimat terakhir yang kau berikan padaku. Bahwa setiap manusia adalah baik pada rancanganNya, dan banyak cara menuju rancanganNya. Aku tidak akan menyerah om. (^_^’)v
Dari nina si anak jalanan
Untuk om teguh “Aku Anak Jalanan”

Kenangan di malam ini

Malam ini aku
Mengenang kembali waktu itu
Harum tubuh yang sama
Dan senyum yang sama

Ini gila...
Aku harus mengakui rasa ini masih merindukan
Harum tubuh itu dipelukku
Tak ada logika....
Ketika aku harus membiarkan
Otak ini membeku

Semua yang telah terjadi waktu itu
Tetap akan menjadi seperti sekarang ini
Apapun itu
Begini seperti ini

Thursday, July 19, 2007

Gema.. cinta..

Damaikah hatimu disana? Ataukah Galau yang kau rasa?

Disini, tepat di hatiku..

Dapatkah kau rasakan getarannya..

Disini, tepat di hatiku…

Ada sesuatu yang membuatnya begitu besar sampai ingin ia teriak

Disini, dalam jiwaku..

Mengalir suatu kehidupan harapan baru dan kepenuhan dengan cinta-mu

Dapatkah kau merasakannya?


Hatiku terus memanggil namamu

Jiwaku terus merindukanmu

Menunggu kepulanganmu yang entah berapa lama lagi

Satu tahun, tiga tahun atau sembilan tahun sekalipun pasti kunanti


Duniaku serasa berputar dan semakin cepat

Dengan gaya sentrifugal yang kurasakan ,serasa aku akan terlempar keluar dari perputaran ini jika aku tidak dapat berpegangan dengan kuat !


Hanya dirimu seorang yang kunanti untuk dapat berbagi hidupku

Menunggu lama hanya untuk dapat memeluk mu erat

Dan melihat senyummu


Kugemakan namamu selalu terus

Mencoba menembus jarak yang ada

Untuk menyatakan cintaku

Hanya ini yang dapat kulakukan

Menggemakan cintaku hanya lewat jauh

Jauh… darimu karena ketakutanku…


Bodohku dengan ketakutan yang ada

Aku hanya berharap kamu dapat merasakan hal yang sama denganku


Menanti janji yang kita pegang

menembus waktu tentang masa depan

meski awal penantian ini menimbulkan ragu dan ketakutan

karena tidak ada hidup yang pasti

atau bahkan bebas dari derai air mata


tetapi bagian terbaik dari mencintaimu adalah

kerinduan untuk menunggu kepulanganmu dan

harapan tiap hari baru,

terbangun di pagi hari dan menemukanmu ada disini bersamaku

seoerti kenangan indah 2 bulan terakhir yang kita telah jalani

Friday, July 06, 2007

Lalat yang frustasi (part 2)

Lalat yang Frustasi (Part. 2)

Semua tahu tentang kisah Jack & Rose dalam kisah epik Titanic. Siapa yang tidak tahu bagian itu. Terlebih bagian dimana Jack berkorban demi Rose. Inilah kisah lalat yang frustasi dengan kasihnya.

Hari ini (lagi) aku melihat lalat – lalat yang frustasi. Entah sudah berapa banyak yang menjadi frustasi, baik manusia maupun mahluk hidup lainnya. Termasuk lalat. Kisah ini dimulai dari sekumpulan lalat yang beterbangan mengeliligi ember kecil di toilet rumahku. Entah apa yang sedang mereka lakukan. I’m totally blank. I have no idea on it.

Sambilku melakukan serangkaian ritual di pagi hari, yaitu mandi, gosok gigi, dan bahkan “Poopie”. Yah tepatnya aku sedang memperhatikan mereka di saat sesi poopie-ku. ;-) .

Lalu dunia imajinerku pun menarikku untuk berkhayal meski disaat waktu poopieku.

Muncul beberapa scene adegan dalam benakku,

Yang pertama adalah, kemungkinan lalat – lalat ini melakukan siaga 1 dekat ember kecil ini dikarenakan Aroma therapy yang begitu menggoda sensasinya hasil produksiku tiap pagi. :D (hehe… : hasil poopie-ku) sehingga mereka rela untuk “FLY” dan berputar – putar.

Atau mungkin yang kedua karena mereka lebih suka di derah yang lembab dan basah seperti normalnya mahluk sekawanan lalat biasa tinggal.

Atau mungkin yang ketiga…

Inilah topik utama berita kita hari ini. Yah semoga kalian akan menyukainya.

Kemungkinan ketiga adalah Mereka sedang merasakan kebahagiaan dan cinta, layaknya seperti film Bollywood di tv. Mereka yang sedang kasmaran akan dengan riang gembiranya menari sambil bernyanyi dan tidak lepas juga dengan satu ciri khas bollywood. Apa itu? Janganlah anda lupa, bahwa menari , bernyanyi sambil mengelilingi pohon ataupun mengitari tiang merupakan ciri identik dunia bollywood. Tetapi siapakah yang tengah berbahagia?

Adalah Jaka dan Rosa yang tengah menjalin kasih di kerajaan lalat. Sehingga menarilah mereka di dekat ember dalam toilet rumahku, didukung pula oleh keadaan yang tengah terjadi saat itu.

Well.. tunggu dulu, ini baru sekedar pengantar dalam cerita ini.

Siapapun yang melihat atraksi mereka akan terhibur dan dapat turut merasakan ke – Frustasi – an mereka. Tunggu dulu… aku tidak tahu kata yang tepat untuk mereka, ke – frustasi – an ataukah ke – bahagia – an? Yah aku harap kata itulah yang cocok untuk mereka.

Baik, kembali ke kisah Jaka dan Rosa….

Jaka dan Rosa begitu serasi, secara proporsi badan keduanya sama. Sehingga dapat dikatakan cocok. Jack dengan ukuran kepalanya yang lebih besar dibanding ukuran badannya terlebih sayapnya yang mungkin menurut ku agak membuatnya sedikit sulit dalam mengangkat tubuhnya. (asumsi berat di kepala.). sedang Rosa dengan kedua bola matanya yang bulat serta merah terang, membuatnya terlihat sedikit charming. Ini pula yang membuatnya melihat objek seperti layaknya kita sedang meneropong dengan kaleidoskopi.

Mereka terbang begitu lincahnya nan indah. Setiap gerakan yang mereka buat seringkali membuatku berdecak Tanya dengan kerut di dahiku yang sedikit risih, ini bukan karena aku tidak suka dengan seni terbang mereka, tetapi lebih kearah , aku risih jika mereka semakin lama semakin terbang menari di dekat ku ketika sedang poopie.

Sampai pada akhirnya ketika aku hendak mengambil air dari ember tersebut, keduanya tercebur akibat gerakan gayungku yang begitu cepat. Terjebaklah mereka di luasnya samudera air (ember) itu. Mereka tetap bersama dalam satu irama yang senada merekapun tetap menari. Oopss.. kurasa tidak menari seperti di udara, tetapi kini lebih ke menari dalam penyelamatan diri, alias berenang. Yah, mereka coba berenang. WOW... baru kali ini aku melihat lalat – lalat yang multi talenta. Maaf, ralat. Bukan multi talenta, tetapi Frustation Effect !. k’lo kita pernah nonton atau menedengar film berjudul Butterfly Effect, kali ini yang ada Frustation effect. Satu point bagus yang dapat dicerna sangat mudah yaitu frustasi dapat menyebabkan efek samping yakni hal yang positif dalam cerita ini. Efek samping dari lalat – lalat yang frustasi ini adalah mereka tetap coba menari dengan menggerakkan kaki – kaki mungil mereka, dan mungkin boleh saya tambahkan. Inilah yang mereka ucapkan.

J : Ros, are you okay Floney ? (Floney -> ucapan Honey versi bahasa lalat.)

R : Yes, baby. I’m okay as long as we stick together.

J : !”$*&()+”

J : Okay, gerakin kakimu, coba sedikit goyangkan sayapmu, agar kita dapat berenang ketepi. Disana, kamu lihat itu? Kit akaan kesana sekarang.

R : yes dear. Oke dech..

J : cepat.. ikuti aku..

R : yes my hero.

J : Ki… Ki… Ki.. ka.. ki… (kiri.. kiri.. kiri.. kanan.. kiri…)

Irama ritme gerak jalan nasional.

R: Ki.. ki.. ki.. ka.. ki…

Merekapun sambil bertatapan dan menghadapi situasi ini bersama.

Dan merekapun sampai di tepi gayung yang tengah terapung di dalam ember merah itu. Mereka berhasil memanjat.

Pada waktu yang sama, aku pun telah selesai dengan prosesi poopie-ku. Dan tiba waktunya ritual pen – cebok – an. Kuambil gayung biru dari ember merah itu.

Nasib berkata lain pada kisah lalat – lalat yang frustasi ini. Rosa terangkat dalam gayungku. Sedang jaka terpisah darinya. Entah bagaimana mereka terpisah begitu saja. Dan rosa pun mati begitu saja bersama sisa – sisa poopie-ku yang jatuh ke dalam lobang closet itu. Rosa pun terbenam, terkubur dengan sisa – sisa yang p[ernah menjadi bagian dalam kehidupan itu. Semoga arwah rosa dapat berpulang dengan tenang. AMIN.

Sementara jaka terjatuh dalam samudera air (ember itu). Ia pun berharap dapat menyusul Rosa tenggelam dalam lubang kloset itu. Sayang nasib jaka tidak se – sial Rosa. Jaka berharap dirinya terambil dalam gayungku yang selanjutnya. Agar dapat terbuang seperti halnya Rosa terbuang. Aku pun telah selesai dengan poopie – ku. Waktunya untuk shower dan yang lainnya. Lalu kutinggalkan ember dan gayung itu. Lalu jaka pun mencoba berkali – kali aksi bunuh dirinya. Sampai akhirnya ia pun berhasil mati dengan cara terhormat (at least lebih terhormat dibanding Rosa). Jaka mencoba berulang kali menenggelamkan kepalanya sampai akhirnya ia tenggelam dan perlahan demi perlahan ia melepaskan arwahnya secara bertahap. Yang aku sendiri tidak tahu prosesnya.

Dari sini aku berpikir, aku rasa sudah sepatutnya aku memberikan penghormatan pada Jaka. Dan tidak berlebihan rasanya jika aku harus menguburkannya dan menulis kisah hidupnya yang entah sudah berapa lama ia hidup alias umurnya.

Sebuah catatan kecil yang menurut saya tidak kalah penting untuk direnungkan. Sebuah point yang menurut sebagian orang pointless, tetapi memberi esensi yang dapat turut me – refleksi diri kita.

Jika Jaka dapat memilih untuk setia, jaka dapat berani untuk berkorban, dan sebuah kisah unik dalam percintaan yang dewasa ini semakin kabur dalam pen – definisi – annya.

Jika Jaka dan Rosa sebagai lalat dimana hewan tingkat rendah dibanding kita yang sebagai manusia, kenapa kita tidak dapat berlaku setia kepada pasangan kita, kenapa kita tidak berani berkorban untuk sesuatu yang jelas kita tidak sukai. Dan kenapa juga kita sebagai manusia lebih cetek keberaniannya dibanding lalat.

Banyak hal yang dapat kita renungkan dalam cerita ini. It doesn’t matter about the Flies, or the writer, not matter about the story, but its all depends how you see this picture and grab the essence of the story.

Saturday, May 26, 2007

Means Love ( ML )

Namanya Bernhard. Teman2 memanggilnya Bern. Dia seorang Gay. Dia begitu menikmati dunia sepenuhnya. Awal mula Bern menjadi seorang Gay sewaktu kekasih wanitanya berselingkuh & mengkhianatinya. Sejak saat itu Bern bersumpah pada dirinya sendiri untuk tidak akan pernah meniduri dan mengencani wanita lagi seumur hidupnya. Begitu sakit dan pedihnya dikhianati oleh kekasih yang begitu disayanginya dengan sepenuh hatinya.


Bern dan Marie telah berpacaran selama hampir 3 tahun; mereka tinggal bersama di apartment milik Bern. Bern amat begitu mencintai Marie. Hanya saja kesibukan mereka masing – masing begitu padat sehingga batas maximal komunikasi mereka hanya lewat telpon atau sekedar SMS. Pillow Talk mereka hanya diisi dengan hal hal klise seperti, gimana kerjaan hari ini?,si itu gimana keadaannya?,aku hari ini Bla..bla..bla.. . Kepadatan Aktivitas mereka yang tanpa disadari telah membuat suatu barrier dalam hubungan mereka.


Marie seorang wanita yang tegar, tangguh, cerdas, aktif, idaman kebanyakan lelaki, dan sedikit banyak suka mendominasi.
But still she just a woman who need to be loved, to be touched. Tidak ada yang salah dengan sex-life mereka. Mereka tetap melakukan sex sebagaimana pasangan normal lainnya. Mencoba berbagai posisi yang belum mereka coba, meng- explorasi kebutuhan fisik masing – masing. Hanya saja Marie jenuh dengan Love-life-nya.


Marie jenuh dengan hubungannya dengan Bern. Mereka ada rencana untuk menikah. Tetapi Marie ragu akan hal itu. Bern telah berubah. Yeah, semua orang pastinya berubah. Bern banyak berubah setelah ia naik jabatan menjadi vice of director di suatu perusahaan MNC. Bern begitu kaku, Marie tahu pasti Bern begitu mencintainya. Meskipun Bern sanggup untuk menikahinya kapanpun juga.


Mereka saling mencintai. Banyak teman mereka menilai seperti itu. Marie terdiam dan merenung sejenak. Waktu yang begitu lama ia lalui bersama Bern ternyata tidak cukup kuat untuk meyakinkan dirinya akan cinta ini. Kesibukan mereka telah membuat mereka lupa untuk terus mengkoreksi, mengevaluasi serta me-maintain hubungan mereka. Merka pun jenuh dan hanya menjalani hidup mereka tanpa merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan hubungan mereka. Yang akhirnya membawa impact besar dalam hidup mereka.


James, teman kantor Marie, begitu menyukai Marie. Ia begitu mencintainya. James sadar cintanya bertepuk sebelah tangan. Tetapi ia type lelaki pantang menyerah, lalu ia pun menunggu. Menunggu Marie. Seorang yang rada – rada aneh memang, type melankolis yang tentunya romantis. James selalu ada untuk Marie saat dibutuhkan.


Di saat hati Marie berkecamuk, ragu, bingung dan tidak karuan ; James berhasil masuk dan membuatnya merasa nyaman. Dapat dikatakan senyaman ketika ia bersama Bern sebelum kenyamanan itu menjadi aneh. Mereka pun merasa dekat. Mereka saling mengisi. Dan merekapun bercinta.


Inilah kejahatan cinta yang ditimbulkan ketika akal mereka kalah dengan hati, dimana tidak ada prosedur yang jelas dan mereka merasa nyaman akan hal itu. Skandal marie pun terungkap oleh Bern. Mereka putus!. Inilah awal Bern menyumpahi kekasih yang pernah dicintainya dan mengutuk dirinya. Tentang cinta yang menjadi cinta terlarang.


Sampai akhirnya Bern bertemu dengan Giu. ’G’ dari ’G’-Spot adalah panggilan kesayangannya akan Giu. ’G’ (baca : ’Jhi..’, seperti mengucap huruf ’G’ dalam bahasa inggris). Mereka berkenalan bukan karena kebetulan melainkan mereka mempercayainya sebagai takdir mereka. Takdir yang menyatukan mereka atas nama cinta. Bern dan Giu bertemu di suatu mall besar di jakarta. Ketika itu ’G’ sedang terburu – buru mengejar waktunya yang tertinggal. Sampai suatu ketika dimana ia terpeleset dan akhirnya jatuh. Dan file – file nya pun beterbangan dan berantakan tidak karuan. Kemudian berdiri seseorang yang tampan rupanya dengan perawakan badan yang tinggi besar, putih, dan benar – benar seorang yang dikaguminya secara fisik. Lelaki yang berdada lapang itupun kemudian membantunya dalam merapihkan file – filenya yang terjatuh dan berhamburan itu.
Setelah itu ’G’ berterima kasih pada lelaki tampan itu,”Thank you. ”. ”You are welcome. Seems like that you are in a hurry, do you?”, sahut lelaki itu. “ hai I’m Bern”, timpalnya sekali lagi. Lalu ‘G’ pun tersenyum dan “My name is Giu” memberinya respon. Setelah itupun Giu langsung kembali kealam sadarnya dimana sensor motoriknya menariknya untuk segera meninggalkan pembicaraan ini dan kembali berlari mengejar waktunya yang sudah sangat terlambat. Dan merekapun berpisah.

3.30 PM. Kurang lebih satu setengah jam setelah pertemuan mereka itu. Merekapun berjumpa kembali di tempat yang berbeda di Mall yang sama. Kali ini mereka bertemu dengan kondisi yang telah berubah. Mereka bertemu di Starbucks coffee. Kali ini Giu yang menghampiri Bern.

”Hmm.. I beg ur pardon, is this seat taken?” Tanya Giu. ”No. this is not taken by anyone. Please take a seat.” Jawab Bern tersenyum. Dan merekapun berbincang – bincang. Sampai akhirnya merekapun bertukar nomor handphone. Dan seterusnya mereka berteman dan sering jalan bareng., nonton bareng, mandi bareng dan tidur bareng. Dan merekapun memulai kisah kasih mereka dan bercinta.

Percintaan terlarang ini pun muncul dan mereka sadar kalau mereka saling suka dan bahkan saling mncintai satu sama lain. Merekapun jadian.

Entah apa yang membuat Bern merasa ia begitu bersemangat lagi. Seperti sewaktu dulu ia memulai hubungannya dengan mantan kekasihnya Marie. Bern dapat begitu dengan baiknya me-manage waktu dalam hari – harinya. (Dan lagi – lagi) Ia sangat begitu mencintai Giu.

Bern dan Giu kini adalah sepasang kekasih. Mereka tinggal di satu atap dan menjalani hidup layaknya sepasang kekasih dan sebagaimana umumnya kehidupan rumah tangga pada normalnya. Berhubungan sex, menentukan warna cat tembok yang mana yang bagus untuk tembok apartemennya, memasak, menunggui pasangannya pulang, menghitung pendapatan dan pengeluaran untuk keperluan rumah tangga bersama. Duduk sehati untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi, pergi belanja keperluan bulanan bersama – sama, dan melakukan hal – hal lainnya yang orang normal lakukan.

Detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari, bulan demi bulan pun berlalu dan tahun berganti. Kehidupan cinta mereka pun diisi dengan sex, cuddling, komunikasi yang baik dan unsur – unsur lain pada umumnya. Dan lucunya merekapun pergi ke gereja bersama – sama. Dengan mimpi suatu saat mereka akan menikah di gereja dan berciuman di depan altar setelah mengucapkan sumpah janji cinta mereka.

Sampai dimana Bern jenuh dan hubungan mereka tidaklah seindah dulu lagi. Disaat jenuh itu sedang melanda hatinya.

Kini bern harus mengalami luka yang amat dalam ketika ia mendapatinya kekasihnya Giu sedang bermesraan dengan lelaki lain di kamar apartment yang mereka beli bersama – sama itu. Betapa hancurnya hati Bern saat itu. Dan ia pergi sesaat setelah (lagi –lagi) skandal perselingkuhan itu terbuka.

Giu tergoda dengan seorang teman,temannya. Jeff namanya. Mereka berkenalan di suatu pesta ulang tahun teman sekerjanya. Di pesta itu Bern tidak ikut. Adalah kebijakan bern mengizinkan Giu untuk bersenang – senang di pesta ultahnya Mark. yang mana Bern telah mengenal Mark dengan baik. Karena mark salah seorang teman baiknya Giu. Pesta itu tidaklah meriah dan banyak orang. Hanya sekumpulan team organizernya saja sekitar 10 orang. Mark merayakan ultahnya dengan private party di penthouse apartment yang disewanya. Mereka bernyanyi, minum Jack daniels, ada yang memilih minum fine red wine atau sejenis liquoir yang disajikan oleh bartender. Dan disinilah skandal itu bermula.

Giu sadar apa yang dilakukannya tidaklah baik. Tetapi ia begitu terpesona oleh keadaan fisik Jeff yang begitu sexy dibandingkan Bern sekarang. Giu semula berpikir ini tidak akan berlangsung lama. Sampai akhirnya ini menjadikannya cathastrope besar dalam hidupnya. Ini chaos. Semua kacau.

Giu mencoba mencarinya kemana – mana. Mencoba menghubungi handphonenya yang tidak aktif. ’G’ hampir gila dibuatnya.

G’ menyesali perbuatannya. Giu sadar bukanlah Jeff yang ia cintai, apa yang ia lakukan bersama Jeff hanyalah sebatas ketertarikan fisik semata. Tidak lebih. Adalah Bern yang hanya sekarang ini Ia inginkan. Ia ingin Bern kembali ke pelukannya. Dan kembali merajut kisah cinta mereka seperti dulu. Tapi sepertinya itu semua sia – sia. Bern tak akan pernah kembali.

Bern pergi meninggalkan Giu.

Bern bunuh diri dengan meminum banyak obat tidur yang dicampur meminumnya dengan kahlua. Dan iapun meninggal dengan meninggalkan sepucuk surat untuk Giu.

2 hari setelah kematian bern diketahui. Bern bunuh diri di kamar hotel tidak jauh dari apartment Bern dan Giu.

Giu mengetahui keberadaan Bern sekarang ini. Dengan sekuat tenaga ia berlari dengan segera ke tempat lokasi dan ditemukan sang kekasihnya Bern. Tetapi sayang telah terlambat. Bern yang ia cintai telah meninggal dan dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Bern telah terbujur kaku tidak bergerak dan tidak bernafas. Dingin.

Hanyalah sesal di dada yang Giu rasakan. Giu sangat – sangat menyesalinya. Air matanya tak berhenti mengenang Bern.

Dan ’G’ kini telah mengerti makna cinta. Dan iapun yakin dimanapun bern berada saat ini, Bern telah mengetahui dan belajar apa itu artinya cinta. Dan mereka telah melewatinya. Makna cinta.

Giu mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ia paham bahwa apa yang ia jalani dan ia nikmati sekarang ini hanyalah sesaat. Dan ia ingin menjadi seorang yang lebih berguna lagi dibanding sebelumnya. Menjadi berarti untuk orang lain. Belajar untuk tidak mengikuti hawa nafsunya. Untuk dapat mengerti dan mensyukuri atas hidupnya.

Giu signed out dari team event organizernya. Ia membuka usaha toko cokelat. ’G’ aktif di gerejanya serta pelayanan didalamnya di bagian creative ministry. Dan lagi ia bergabung serta aktif dalam LSM(Lembaga Sosial masyarakat). ’G’ begitu bersemangat. Semangat yang dipelajarinya dari Bern. ’G’ mempunyai beberapa anak asuh yang ia asuh dari panti asuhan. ’G’ begitu aktif di LSm di berbagai bidang. Seperti ia ikut meng-kampanye-kan tentang bahaya AIDS/HIV, perduli terhadap anak – anak jalanan, exsploitasi terhadap anak, traffic king, bahaya narkoba, dan peduli terhadap lingkungan hidup. Sejauh ini ’G’ tercatat aktif di berbagai LSM seperti : YCAB (bergerak di bidang AIDS& drugs), GAYA – NUSANTARA (bergerak di bidang komunitas Gay Indonesia), WWF Indonesia (bergerak di bidang Lingkunagn hidup Flora - fauna), JPCC(Jaka Perkasa Citra Cemerlang) -> bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan perlindungan hukum.

Sehingga menjadikannya seorang yang hidup selibat. Tetap seorang gay yang ingin memberikan kita contoh bahwa hidup tidak sekedar menerima tetapi memberi dan peduli. Lebih dari sekedar kasih. Arti cinta. (Means Love)

Sunday, January 07, 2007

Why...?!!

How many times I tell that I’m sorry to you?

But you never can accept the truth.

I tell you about me, the truth of me.

With hope that you will understand me.

Am I wrong? yeah I am wrong.

This is my fault because I didn’t tell you from the beginning.

I’m just sorry.

But you know.. my dear friend…

I’m proud to be me, to be my self.

Eventhough it’d hurt your feeling.

Honey, there is always the reason about this life.

With love, I begging you to be yourself and be good.

We are not living in fairytale world.

We lived in the real world honey!

So we have to faced it.

I believe we can bear it.

Living in this life sometimes is so suck!

But you know what?

There is always the way for us to be good.

Is our god!

Just walk in his way then we will find the best.

Because the best is yet to come.

Alcohol, drink ‘till you drunk will never make you better.

It will screw your whole life dear.

You’ve got to believe me.

I’m sad when I know that you drunk.

All you have to do is just set your mind and pray.

I pray for your happiness always.

There is someone who is worth for you outhere.

I believe by the time you will be a good person.

Please be good!

Monday, January 01, 2007

Buku ini sudah penuh dengan catatanku
Buku ini sudah penuh dengan goresan penaku
Buku ini juga sudah penuh dengan kisahku

Telah lama kugoreskan pena ini diatasmu
Tanpa pernah kutanyakan padamu
Apa yang kau rasakan
Kau telah baik selama ini menemaniku setiap saat
365 hari setahun
tapi kau selalu dekat

kau menjadi saksi hidupku sepanjang tahun ini
detil kau catat didalamnya
dan tanpa kusadari
kini kau telah habiskan lembaranmu

Buku ini sudah penuh dengan catatanku
Buku ini sudah penuh dengan goresan penaku
Buku ini juga sudah penuh dengan kisahku

Terima kasih atas jurnal yang terekam didalam
Terima kasih kau telah menemaniku selama 365 hari setahun

Saatnya kubuka buku baru yang masih baru
Yang belum ternoda oleh tintaku
Dimana nantinya akan kunodai-nya dengan penaku
Dengan catatanku
Dan dengan kisahku
Di tahun dua ribu tujuh (2007)

Dan kau, buku yang sudah penuh dengan kisahku
Buku yang sudah penuh dengan penaku
Kan kusimpan kau jauh dalam ruang kalbuku
Walau sampai rambutku menjadi abu

Selamat jalan 2006
Selamat datang 2007

Pergantian tahun ini
Kan kusambut dengan semangat dan harapan baru
Pergantian tahun ini
Aku menjadi orang yang baru
Dengan hati dan langkah baru

GBU guys... (o^_^o)v

What is ur resolution?

bunyi terompet dimana – mana

hingar bingar kota yang penuh dengan bunyi terompet

membuat kota ini serasa penuh dan penuh...

semua orang telah keluar dari persemayamannya di hari ini.

ada apa dengan hari ini?

Hari ini adalah tanggal 31 desember tepatnya sekarang pukul 23.00

Kota ini semakin menggila ketika mendekati pukul 24.00

Semua orang akan berteriak satu dengan yang lainnya dan mengucapkan selamat tahun baru..!!!

Bahkan kepada orang yang mereka tidak kenal sekalipun.

Dan kutarik satu simpul yang terbelit di benak-ku.

This is old and new party. So everybody..

Lets take a move. A big move…

Old and new bukan berarti harus dirayakan dengan BBQ atau dengan berparade ria dengan kendaraan di jalan – jalan.

Melainkan dengan perenungan dan pemikiran.

Kalian tidak harus berpendapat sama denganku.

Ini hanya afirmasi yang aku coba terapkan dalam hidupku di tahun depan.

Aku akan merayakan old and new kali ini hanya dengan berkumpul dengan teman – temanku dan kita akan merenungkan kembali atas apa yang telah kami jalani dan kami hasilkan. Kami akan menyusun kembali rencana dan harapan kami di tahun depan ini dengan penuh semangat.

So guys..

What is your resolution on 2007?

Me I have my owned.

Ganbate guys…

Jia you…