Sunday, November 04, 2007

Aku Anak Jalanan

Kalian bertanya
Apakah aku kedinginan?
Bagiku itu bukanlah pertanyaan melainkan
Pernyataan yang tepatnya
Dingin adalah teman malamku, dan teman tidurku

Bahagiakah aku?
aku bahkan sudah tidak dapat membedakan lagi antara rasa bahagia dan duka
engkau menanyakan apa cita – citaku,
aku hanya mendengar bahwa kita haruslah punya cita – cita dan gantung itu setinggi langit.
apakah itu hanya sekedar hiasan? Ataukah pemanis kata?
Yang aku tahu bahwa aku haruslah meraih apa yang aku butuhkan untuk hidup dan terus hidup.

Aku tidak tahu siapa orang tuaku, seingatku sudah cukup lama dalam hidupku
Aku tinggal dengan bang Jack. Semua memanggilnya seperti itu.
Aku mengamen dari bus ke bus lainnya, berlari dengan sepatu ala kadarnya pemberian bang Jack.
Mengejar setoran yang syukur alhamdullilah pas – pasan untuk makan.
Belum lagi harus berebutan lahan area ngamen alias bertengkar dengan sesama grup anak jalanan lain.

Om asing ini menanyakan siapa namaku, “Nina.. Om..”, Jawabku.
“Om wartawan yah? Koq om potoin kita semua. Om aku mau donk dipoto biar kaya model. Aku juga ingin dech om bisa kaya artis2 di tipi.”, celotehku sambil Om itu mengambil foto-ku.
“Kamu umur berapa nina?”, Om itu bertanya sambil mengambil foto anak – anak lainnya yang sedang tertidur di pinggiran jembatan halte busway.
“Aku sepertinya 10 taun dech om”, dengan wajah nyinyir ku menatapnya.
“koq sepertinya? Emangnya ibumu tidak memberitahumu berapa usiamu sekarang?”, Om itu bertanya dengan wajah datar dan sambil tetap mengambil gambar – gambar sekitar.
“aku tidak tau siapa ibuku, yang aku tau aku dibesarkan oleh bang jack. Tapi aku yakin bang jack juga pasti tidak tau berapa usiaku sekarang ini.”, balasku.
Kemudian om itu hanya tersenyum kecil kepadaku. Lalu ia memberi uang kepadaku dan sambil berkata “jangan menyerah yah nina. Kelak kamu pasti akan mendapati makna hidup dan menikmatinya. Jalanmu masih panjang lho nin. Jangan hanya menggantungkan cita – citamu saja,tetapi pelajarilah setiap celah hidupmu dan pelajari cara untuk meraihnya. Oke Nin.? Nama om teguh. Dan om bersyukur sekarang ini tidak malu untuk mengatakan kalau Aku Anak Jalanan.”, serangkaian kalimat nasihat yang keluar dari mulutnya untuk menyemangatiku. Dan om itu pun sambil berlalu memasuki halte antrian busway dan om itupun masuk kedalam bus arah tujuan harmoni.
Segera setelah om itu masuk kedalam bus tersebut pun jalan dan melewati jembatan dimanaku berperan sekarang ini menjadi anak jalanan, Om itu kembali melempar senyum kepadaku dengan begitu jelasnya dapat kurasakan semangat tulus yang ia berikan.
Dan akupun terbawa ke dalam semangatnya. Aku tersenyum dan menegakkan kepalaku ke langit malam untuk memandang bintangku. Dan aku tahu kini bahwa banyak cara untuk menggapainya. Hanya saja AKU. Yah Aku lah sang nahkoda dalam hidup yang memilih untuk meraihnya atau tidak. Terima kasih om untuk kalimat terakhir yang kau berikan padaku. Bahwa setiap manusia adalah baik pada rancanganNya, dan banyak cara menuju rancanganNya. Aku tidak akan menyerah om. (^_^’)v
Dari nina si anak jalanan
Untuk om teguh “Aku Anak Jalanan”

No comments: