Thursday, May 24, 2012

Tentang rasa #Cokelat #Yogurt #Stroberi

Bicara tentang rasa #cokelat ,#yogurt dan #stroberi yang disajikan dalam satu kesatuan adalah sesuatu yang seru. Yang hanya dapat dinikmati tanpa dapat dipisahkan rasa #cokelat #yogurt #stroberi itu masing - masing.

Beberapa hari lalu saya mendapatkan #CokelatYogurtStroberi tersebut. Dan saya memaknai cokelat tsb secara tidak biasa. [minggu, 20 Mei 2012, sekitar pk.18.00].
Apakah saya senang mendapatkannya? Ya.. saya senang.
Apakah saya lebay? ya.. saya lebay. :))
Apakah dari seseorang spesial?? Hmm.. belum ada titel itu dibelakang namanya, seingat saya. Tapi yang pasti wujudnya orang koq. ;-)

Kembali ke topik awal, tentang saya memaknai cokelat tsb secara tidak biasa adalah karena kisah dibalik cokelat itu sendiri. Tentang dilema di antara rasa.

Teorinya sama persis seperti cokelat mixed kesukaan saya #Zupernut by #Cadbury. Terkadang kita tidak berdaya dalam menikmati cokelat tersebut dimana didalamnya juga terdapat campuran berbagai jenis kacang dan rice crispy. Kecuali kalau anda bersedia meluangkan waktu untuk memisahkan antara kacang - kacangan dan rice crispy tersebut dari cokelat yang ada saat menikmatinya.

Dalam lingkungan pertemanan selalu ada ruang untuk "rasa" di dalamnya. Bisa rasa sayang, kasih, rindu, tulus, .... dan cinta. Analogi pertemanan terhadap teori cokelat mixed kesukaan saya, dimana semua sudah tersedia dalam satu paketan yang harus dinikmati. Ada rasa kacang-mede-nya, pistachio-nya, rice-crispy-nya dan coklat-nya sendiri. Suka gak suka yah harus diterima dan dinikmati. Apapun rasanya.

Tentang dilema di antara rasa.
Adalah dilema antara teman dan cinta. Cerita yang terjadi begitu saja tanpa ada alur yang jelas. Hanya "rasa". 

Rasa yang entah datang dengan begitu saja dan diluar nalar menurut saya. Menurut saya, biasanya rasa timbul karena dipupuk atau terlibat dalam intensitas suatu kegiatan. Biasanya rutin.

Rasa ini datang dan hinggap tanpa adanya keterlibatan suatu kegiatan sebelumnya, hanya peristiwa sepeleh akibat dari #Hangover.  (singkatnya #EfekHangover). Hanya dari kejadian pelukan yang berdampak sampai ke otak dan turun ke hati. 

Dilemanya adalah saya tahu dengan persis cerita tentang teman saya dan mantannya. Dan rasa yang hinggap antara mantannya dengan saya. #BizarreLoveTriangle, if i may say.
Biarlah rasa yang masih dalam proses penelusurannya ini berjalan sebagaimana adanya. Karena saya tetap akan menikmati #Cokelat #Yogurt #Stroberi tersebut.

@Si Pemberi CokelatYogurtStroberi :
Ketika rasa dipertanyakan... Terjebak dalam dilema...
Antara nyata dan ilusi... Lidah kelu tak mampu berucap..
Satu kepingan kecil dari harapan yang masih tergenggam dibawah dentangan waktu..

@augustisme :
Logikaku sedang mencari fakta...
Dan hatiku terlena oleh pancaranmu...
Dilema antara kenyataan dan perasaan..
Melebur dalam satu pertanyaan..

#TentangRasa #Cokelat #Yogurt #Stroberi.

Tuesday, October 26, 2010

Untuk diam...

Ketika langit tak ber-mentari
Saat hati tak lagi mencari
Masih inginkah aku berlari?
Saat dia tak lagi mencari.

Oh angin, bisikkan kepadaku
Adakah sang waktu sedang menunggu?
Kala mentari bersembunyi
Di ujung penantian, aku menepi...

Aah.. Aku haus..
Dahagaku akan pengharapan
Atau mungkin, memang aku harus..
Berhenti berharap dalam pusara ketidakpastian

Biarkan aku memilih, disini...
Melihat sandiwara hidup yang terjadi
Biarkan aku memilih, menepi...
Menikmati setiap detik yang terjadi
Mengecap setiap tegukan air yang kuminum
Yang tak mungkin kunikmati
Saat aku sedang berlari.

Untuk diam...
Tanpa harus terus berlari..
Untuk dapat menikmati..
Anugerah cinta sang ilahi.

Saat rasa tak lagi terasa...

Saat rasa tak lagi terasa
Ketika mata tak lagi melihat
Saat rasa tak lagi terasa
Ketika dirimu tak lagi dekat

Ketika asa tak lagi terasa
Apakah diri ini sudah terbiasa?
Ketika cinta tak lagi melihat
Adalah dirinya yang tak terpikat

Lemparkanlah aku ke dalam pusara waktu
Yang tak terukur nilainya
Yang takkan mungkin terhapus
Yang hanya mungkin membuatku membatu

Saat rasa ini tak lagi terasa
Saat hati ini tak lagi dilihat
Saat diri ini sedang menangis,
bukan tangis kesedihan,
melainkan tangis keikhlasan

Saat dirimu tak lagi merasa..

Saturday, April 17, 2010

mimpi dan insomnia tidaklah berkawan


Tuesday, April 13rd ' 2010

Kamar kost di Tasikmalaya.
Pukul 00:48 WIB
Insomnia itu kembali mendatangiku...
aku lelah dan ingin tidur.
Penat dalam satu hari ini sudah cukup menurutku
aku berteriak kepadanya

desir angin kian melambat dan mendadak menjadi sunyi
hanya suara bunyi tokek dari atas genting mengisi
suasana hening membius angin berhembus
dan apa yang kucari di malam ini?

Bunyi air keran yang kian menetes tanpa henti
menemani setiap derap tuts ketikan dari keyboard ini
aku menitih dan merintih dalam hati
apakah aku sedang mencari mimpi ??

kupanggil insomnia dan bertanya
apakah engkau kenal dengan mimpi?
Percayakah kau dengan mimpi??
insomnia hanya tersenyum
dan pergi

kini kupanggil mimpi dan bertanya
apakah kau berkawan dengan insomnia?
Kami adalah bagian dalam dirimu
jawabnya dan lalu pergi

satu integritas semu tanpa makna
tanpa akhir dalam suatu bentuk
untuk berhenti bertanya
dalam sifat yang majemuk

karena mimpi dan insomnia tidaklah berkawan.
By: August Lee Setiawan

Malam-Pagi-Mimpi


Sunday, April 11th '2010

Malam...
Tolong antar aku ke gerbang mimpi
dalam hangatnya tidurku..

Pagi...
Bangunkan aku saat mentari
menyinari alam dengan semangatya...

Mimpi...
Biarkan energimu menjadi transedensi waktu
dari malam ke pagi..
Dan inspirasikan ragaku
dengan energi dan sisa – sisa mimpi itu...
By: August Lee Setiawan

Sunday, November 04, 2007

Cinta

Cinta datang
Cinta tumbuh
Cinta bersemi
Cinta bahagia
@
Cinta pergi
Cinta gugur
Cinta patah hati
@
Cinta diam
Cinta hening
Cinta berpikir
@
Cinta bersemangat
Tapi Cinta takut
Cinta berdiam
Cinta menunggu
Cinta kalut
@
Cinta kenalan dengan si Prinsip baru
Cinta memegangnya dengan kuat
@
Cinta menangis
Cinta sedih
Cinta bingung
Karena cinta telah bertentangan dengan prinsip
@

Lagi..
Cinta kalut dan takut
Akan bayang – bayang yang telah lalu
@
Cinta bertanya pada cinta
Dan cinta tidak menjawabnya
Karena cinta sendiri adalah anugerah untuk merasakannya
Dan bukanlah pertanyaan
dan Cinta bingung...
@
Cinta SMS si Logika
Terjadi proses input – output
Dan Cinta pulang kerumah
Lalu tertidur dalam dekapan Sang Waktu
@
Sang Waktu yang mengajarkan Cinta
Untuk peka dengan cinta
@
Kini Cinta..
Telah siap untuk cinta
Dengan si Prinsip
Si Logika
Dan Sang Waktu
adalah kompleksitas yang terintegrasi dalam Cinta
@
Karena hati tidak exist melainkan nurani
Dan kejujuran adalah elemen pendukung dalam Cinta
Serta kepercayaan
@

Peran utama :
si Cinta -> relatif, kompleks, simple, bodoh, buta, funky, fun, sexs, gairah, semangat, kasih, lugu, apapun yang sering terdengar oleh kita dari dunia tergantung pada kondisinya, itu Cinta.

Peran pendukung :
si Prinsip -> si Prinsip biasanya keras, tergantung watak, kadang bisa juga jadi si Prinsip tulang lunak. Hanya makhluk berhati halus yang terkadang mentransformasikan si Prinsip menjadi si Prinsip Tulang Lunak atau yang lebih dikenal (PTL).
si Logika -> si Logika selalu mencoba mencari argumen baru dan fakta – fakta baru untuk menentang Si Cinta, biasanya.. tapi gak selalu. Masih sama dengan si Prinsip, boleh dibilang masih kerabat dekat. Paling tidak rumahnya berdekatan.
sang Waktu -> sang Waktu-lah yang paling tua diantara kedua peran diatas. Dia immortal alias abadi, dan rasanya gak pernah tertidur. Dia selalu menjadi saksi dunia dari masa ke masa. Tidak heran rasanya dialah yang paling sesepuh. Karena yang dia yakini Cinta itu indah adanya.