Sunday, November 04, 2007

Cinta

Cinta datang
Cinta tumbuh
Cinta bersemi
Cinta bahagia
@
Cinta pergi
Cinta gugur
Cinta patah hati
@
Cinta diam
Cinta hening
Cinta berpikir
@
Cinta bersemangat
Tapi Cinta takut
Cinta berdiam
Cinta menunggu
Cinta kalut
@
Cinta kenalan dengan si Prinsip baru
Cinta memegangnya dengan kuat
@
Cinta menangis
Cinta sedih
Cinta bingung
Karena cinta telah bertentangan dengan prinsip
@

Lagi..
Cinta kalut dan takut
Akan bayang – bayang yang telah lalu
@
Cinta bertanya pada cinta
Dan cinta tidak menjawabnya
Karena cinta sendiri adalah anugerah untuk merasakannya
Dan bukanlah pertanyaan
dan Cinta bingung...
@
Cinta SMS si Logika
Terjadi proses input – output
Dan Cinta pulang kerumah
Lalu tertidur dalam dekapan Sang Waktu
@
Sang Waktu yang mengajarkan Cinta
Untuk peka dengan cinta
@
Kini Cinta..
Telah siap untuk cinta
Dengan si Prinsip
Si Logika
Dan Sang Waktu
adalah kompleksitas yang terintegrasi dalam Cinta
@
Karena hati tidak exist melainkan nurani
Dan kejujuran adalah elemen pendukung dalam Cinta
Serta kepercayaan
@

Peran utama :
si Cinta -> relatif, kompleks, simple, bodoh, buta, funky, fun, sexs, gairah, semangat, kasih, lugu, apapun yang sering terdengar oleh kita dari dunia tergantung pada kondisinya, itu Cinta.

Peran pendukung :
si Prinsip -> si Prinsip biasanya keras, tergantung watak, kadang bisa juga jadi si Prinsip tulang lunak. Hanya makhluk berhati halus yang terkadang mentransformasikan si Prinsip menjadi si Prinsip Tulang Lunak atau yang lebih dikenal (PTL).
si Logika -> si Logika selalu mencoba mencari argumen baru dan fakta – fakta baru untuk menentang Si Cinta, biasanya.. tapi gak selalu. Masih sama dengan si Prinsip, boleh dibilang masih kerabat dekat. Paling tidak rumahnya berdekatan.
sang Waktu -> sang Waktu-lah yang paling tua diantara kedua peran diatas. Dia immortal alias abadi, dan rasanya gak pernah tertidur. Dia selalu menjadi saksi dunia dari masa ke masa. Tidak heran rasanya dialah yang paling sesepuh. Karena yang dia yakini Cinta itu indah adanya.

Mimpi

Aku terbangun lagi dari tidurku
Mimpi yang sama
Mimpi yang begitu menakutkanku
Selalu terkejut
Dan terbangun
Mimpi ini begitu nyata
Akankah kutemukan jawaban dari semua mimpi ini?
Ataukah ini hanya bualan yang seperti orang katakan
kembang tidur..
Yang terdengar seolah – olah sesuatu yang indah

Temanku
Saudaraku
Bahkan kekasihku

Dengan mudah mengatakan itu hanya kembang tidur
Hampir setiap malam aku terbangun
Dan kekasihku pun terbangun karenaku
Mimpi yang tiada akhir

Percayakah kalian ada sesuatu yang tak dapat diraba , dilihat oleh indera
Tetapi hanya dapat dirasakan
Semuanya serasa hening
Dan mimpi itu begitu jelas terasa dan terlihat dalam mimpiku

Ada sesuatu kekuatan pikiran yang mengendalikan semua ini
Aku percaya itu
Tolong Aku ini
Agar mimpi itu terkubur dan berlalu

Aku Anak Jalanan

Kalian bertanya
Apakah aku kedinginan?
Bagiku itu bukanlah pertanyaan melainkan
Pernyataan yang tepatnya
Dingin adalah teman malamku, dan teman tidurku

Bahagiakah aku?
aku bahkan sudah tidak dapat membedakan lagi antara rasa bahagia dan duka
engkau menanyakan apa cita – citaku,
aku hanya mendengar bahwa kita haruslah punya cita – cita dan gantung itu setinggi langit.
apakah itu hanya sekedar hiasan? Ataukah pemanis kata?
Yang aku tahu bahwa aku haruslah meraih apa yang aku butuhkan untuk hidup dan terus hidup.

Aku tidak tahu siapa orang tuaku, seingatku sudah cukup lama dalam hidupku
Aku tinggal dengan bang Jack. Semua memanggilnya seperti itu.
Aku mengamen dari bus ke bus lainnya, berlari dengan sepatu ala kadarnya pemberian bang Jack.
Mengejar setoran yang syukur alhamdullilah pas – pasan untuk makan.
Belum lagi harus berebutan lahan area ngamen alias bertengkar dengan sesama grup anak jalanan lain.

Om asing ini menanyakan siapa namaku, “Nina.. Om..”, Jawabku.
“Om wartawan yah? Koq om potoin kita semua. Om aku mau donk dipoto biar kaya model. Aku juga ingin dech om bisa kaya artis2 di tipi.”, celotehku sambil Om itu mengambil foto-ku.
“Kamu umur berapa nina?”, Om itu bertanya sambil mengambil foto anak – anak lainnya yang sedang tertidur di pinggiran jembatan halte busway.
“Aku sepertinya 10 taun dech om”, dengan wajah nyinyir ku menatapnya.
“koq sepertinya? Emangnya ibumu tidak memberitahumu berapa usiamu sekarang?”, Om itu bertanya dengan wajah datar dan sambil tetap mengambil gambar – gambar sekitar.
“aku tidak tau siapa ibuku, yang aku tau aku dibesarkan oleh bang jack. Tapi aku yakin bang jack juga pasti tidak tau berapa usiaku sekarang ini.”, balasku.
Kemudian om itu hanya tersenyum kecil kepadaku. Lalu ia memberi uang kepadaku dan sambil berkata “jangan menyerah yah nina. Kelak kamu pasti akan mendapati makna hidup dan menikmatinya. Jalanmu masih panjang lho nin. Jangan hanya menggantungkan cita – citamu saja,tetapi pelajarilah setiap celah hidupmu dan pelajari cara untuk meraihnya. Oke Nin.? Nama om teguh. Dan om bersyukur sekarang ini tidak malu untuk mengatakan kalau Aku Anak Jalanan.”, serangkaian kalimat nasihat yang keluar dari mulutnya untuk menyemangatiku. Dan om itu pun sambil berlalu memasuki halte antrian busway dan om itupun masuk kedalam bus arah tujuan harmoni.
Segera setelah om itu masuk kedalam bus tersebut pun jalan dan melewati jembatan dimanaku berperan sekarang ini menjadi anak jalanan, Om itu kembali melempar senyum kepadaku dengan begitu jelasnya dapat kurasakan semangat tulus yang ia berikan.
Dan akupun terbawa ke dalam semangatnya. Aku tersenyum dan menegakkan kepalaku ke langit malam untuk memandang bintangku. Dan aku tahu kini bahwa banyak cara untuk menggapainya. Hanya saja AKU. Yah Aku lah sang nahkoda dalam hidup yang memilih untuk meraihnya atau tidak. Terima kasih om untuk kalimat terakhir yang kau berikan padaku. Bahwa setiap manusia adalah baik pada rancanganNya, dan banyak cara menuju rancanganNya. Aku tidak akan menyerah om. (^_^’)v
Dari nina si anak jalanan
Untuk om teguh “Aku Anak Jalanan”

Kenangan di malam ini

Malam ini aku
Mengenang kembali waktu itu
Harum tubuh yang sama
Dan senyum yang sama

Ini gila...
Aku harus mengakui rasa ini masih merindukan
Harum tubuh itu dipelukku
Tak ada logika....
Ketika aku harus membiarkan
Otak ini membeku

Semua yang telah terjadi waktu itu
Tetap akan menjadi seperti sekarang ini
Apapun itu
Begini seperti ini