Saturday, May 26, 2007

Means Love ( ML )

Namanya Bernhard. Teman2 memanggilnya Bern. Dia seorang Gay. Dia begitu menikmati dunia sepenuhnya. Awal mula Bern menjadi seorang Gay sewaktu kekasih wanitanya berselingkuh & mengkhianatinya. Sejak saat itu Bern bersumpah pada dirinya sendiri untuk tidak akan pernah meniduri dan mengencani wanita lagi seumur hidupnya. Begitu sakit dan pedihnya dikhianati oleh kekasih yang begitu disayanginya dengan sepenuh hatinya.


Bern dan Marie telah berpacaran selama hampir 3 tahun; mereka tinggal bersama di apartment milik Bern. Bern amat begitu mencintai Marie. Hanya saja kesibukan mereka masing – masing begitu padat sehingga batas maximal komunikasi mereka hanya lewat telpon atau sekedar SMS. Pillow Talk mereka hanya diisi dengan hal hal klise seperti, gimana kerjaan hari ini?,si itu gimana keadaannya?,aku hari ini Bla..bla..bla.. . Kepadatan Aktivitas mereka yang tanpa disadari telah membuat suatu barrier dalam hubungan mereka.


Marie seorang wanita yang tegar, tangguh, cerdas, aktif, idaman kebanyakan lelaki, dan sedikit banyak suka mendominasi.
But still she just a woman who need to be loved, to be touched. Tidak ada yang salah dengan sex-life mereka. Mereka tetap melakukan sex sebagaimana pasangan normal lainnya. Mencoba berbagai posisi yang belum mereka coba, meng- explorasi kebutuhan fisik masing – masing. Hanya saja Marie jenuh dengan Love-life-nya.


Marie jenuh dengan hubungannya dengan Bern. Mereka ada rencana untuk menikah. Tetapi Marie ragu akan hal itu. Bern telah berubah. Yeah, semua orang pastinya berubah. Bern banyak berubah setelah ia naik jabatan menjadi vice of director di suatu perusahaan MNC. Bern begitu kaku, Marie tahu pasti Bern begitu mencintainya. Meskipun Bern sanggup untuk menikahinya kapanpun juga.


Mereka saling mencintai. Banyak teman mereka menilai seperti itu. Marie terdiam dan merenung sejenak. Waktu yang begitu lama ia lalui bersama Bern ternyata tidak cukup kuat untuk meyakinkan dirinya akan cinta ini. Kesibukan mereka telah membuat mereka lupa untuk terus mengkoreksi, mengevaluasi serta me-maintain hubungan mereka. Merka pun jenuh dan hanya menjalani hidup mereka tanpa merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan hubungan mereka. Yang akhirnya membawa impact besar dalam hidup mereka.


James, teman kantor Marie, begitu menyukai Marie. Ia begitu mencintainya. James sadar cintanya bertepuk sebelah tangan. Tetapi ia type lelaki pantang menyerah, lalu ia pun menunggu. Menunggu Marie. Seorang yang rada – rada aneh memang, type melankolis yang tentunya romantis. James selalu ada untuk Marie saat dibutuhkan.


Di saat hati Marie berkecamuk, ragu, bingung dan tidak karuan ; James berhasil masuk dan membuatnya merasa nyaman. Dapat dikatakan senyaman ketika ia bersama Bern sebelum kenyamanan itu menjadi aneh. Mereka pun merasa dekat. Mereka saling mengisi. Dan merekapun bercinta.


Inilah kejahatan cinta yang ditimbulkan ketika akal mereka kalah dengan hati, dimana tidak ada prosedur yang jelas dan mereka merasa nyaman akan hal itu. Skandal marie pun terungkap oleh Bern. Mereka putus!. Inilah awal Bern menyumpahi kekasih yang pernah dicintainya dan mengutuk dirinya. Tentang cinta yang menjadi cinta terlarang.


Sampai akhirnya Bern bertemu dengan Giu. ’G’ dari ’G’-Spot adalah panggilan kesayangannya akan Giu. ’G’ (baca : ’Jhi..’, seperti mengucap huruf ’G’ dalam bahasa inggris). Mereka berkenalan bukan karena kebetulan melainkan mereka mempercayainya sebagai takdir mereka. Takdir yang menyatukan mereka atas nama cinta. Bern dan Giu bertemu di suatu mall besar di jakarta. Ketika itu ’G’ sedang terburu – buru mengejar waktunya yang tertinggal. Sampai suatu ketika dimana ia terpeleset dan akhirnya jatuh. Dan file – file nya pun beterbangan dan berantakan tidak karuan. Kemudian berdiri seseorang yang tampan rupanya dengan perawakan badan yang tinggi besar, putih, dan benar – benar seorang yang dikaguminya secara fisik. Lelaki yang berdada lapang itupun kemudian membantunya dalam merapihkan file – filenya yang terjatuh dan berhamburan itu.
Setelah itu ’G’ berterima kasih pada lelaki tampan itu,”Thank you. ”. ”You are welcome. Seems like that you are in a hurry, do you?”, sahut lelaki itu. “ hai I’m Bern”, timpalnya sekali lagi. Lalu ‘G’ pun tersenyum dan “My name is Giu” memberinya respon. Setelah itupun Giu langsung kembali kealam sadarnya dimana sensor motoriknya menariknya untuk segera meninggalkan pembicaraan ini dan kembali berlari mengejar waktunya yang sudah sangat terlambat. Dan merekapun berpisah.

3.30 PM. Kurang lebih satu setengah jam setelah pertemuan mereka itu. Merekapun berjumpa kembali di tempat yang berbeda di Mall yang sama. Kali ini mereka bertemu dengan kondisi yang telah berubah. Mereka bertemu di Starbucks coffee. Kali ini Giu yang menghampiri Bern.

”Hmm.. I beg ur pardon, is this seat taken?” Tanya Giu. ”No. this is not taken by anyone. Please take a seat.” Jawab Bern tersenyum. Dan merekapun berbincang – bincang. Sampai akhirnya merekapun bertukar nomor handphone. Dan seterusnya mereka berteman dan sering jalan bareng., nonton bareng, mandi bareng dan tidur bareng. Dan merekapun memulai kisah kasih mereka dan bercinta.

Percintaan terlarang ini pun muncul dan mereka sadar kalau mereka saling suka dan bahkan saling mncintai satu sama lain. Merekapun jadian.

Entah apa yang membuat Bern merasa ia begitu bersemangat lagi. Seperti sewaktu dulu ia memulai hubungannya dengan mantan kekasihnya Marie. Bern dapat begitu dengan baiknya me-manage waktu dalam hari – harinya. (Dan lagi – lagi) Ia sangat begitu mencintai Giu.

Bern dan Giu kini adalah sepasang kekasih. Mereka tinggal di satu atap dan menjalani hidup layaknya sepasang kekasih dan sebagaimana umumnya kehidupan rumah tangga pada normalnya. Berhubungan sex, menentukan warna cat tembok yang mana yang bagus untuk tembok apartemennya, memasak, menunggui pasangannya pulang, menghitung pendapatan dan pengeluaran untuk keperluan rumah tangga bersama. Duduk sehati untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi, pergi belanja keperluan bulanan bersama – sama, dan melakukan hal – hal lainnya yang orang normal lakukan.

Detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari, bulan demi bulan pun berlalu dan tahun berganti. Kehidupan cinta mereka pun diisi dengan sex, cuddling, komunikasi yang baik dan unsur – unsur lain pada umumnya. Dan lucunya merekapun pergi ke gereja bersama – sama. Dengan mimpi suatu saat mereka akan menikah di gereja dan berciuman di depan altar setelah mengucapkan sumpah janji cinta mereka.

Sampai dimana Bern jenuh dan hubungan mereka tidaklah seindah dulu lagi. Disaat jenuh itu sedang melanda hatinya.

Kini bern harus mengalami luka yang amat dalam ketika ia mendapatinya kekasihnya Giu sedang bermesraan dengan lelaki lain di kamar apartment yang mereka beli bersama – sama itu. Betapa hancurnya hati Bern saat itu. Dan ia pergi sesaat setelah (lagi –lagi) skandal perselingkuhan itu terbuka.

Giu tergoda dengan seorang teman,temannya. Jeff namanya. Mereka berkenalan di suatu pesta ulang tahun teman sekerjanya. Di pesta itu Bern tidak ikut. Adalah kebijakan bern mengizinkan Giu untuk bersenang – senang di pesta ultahnya Mark. yang mana Bern telah mengenal Mark dengan baik. Karena mark salah seorang teman baiknya Giu. Pesta itu tidaklah meriah dan banyak orang. Hanya sekumpulan team organizernya saja sekitar 10 orang. Mark merayakan ultahnya dengan private party di penthouse apartment yang disewanya. Mereka bernyanyi, minum Jack daniels, ada yang memilih minum fine red wine atau sejenis liquoir yang disajikan oleh bartender. Dan disinilah skandal itu bermula.

Giu sadar apa yang dilakukannya tidaklah baik. Tetapi ia begitu terpesona oleh keadaan fisik Jeff yang begitu sexy dibandingkan Bern sekarang. Giu semula berpikir ini tidak akan berlangsung lama. Sampai akhirnya ini menjadikannya cathastrope besar dalam hidupnya. Ini chaos. Semua kacau.

Giu mencoba mencarinya kemana – mana. Mencoba menghubungi handphonenya yang tidak aktif. ’G’ hampir gila dibuatnya.

G’ menyesali perbuatannya. Giu sadar bukanlah Jeff yang ia cintai, apa yang ia lakukan bersama Jeff hanyalah sebatas ketertarikan fisik semata. Tidak lebih. Adalah Bern yang hanya sekarang ini Ia inginkan. Ia ingin Bern kembali ke pelukannya. Dan kembali merajut kisah cinta mereka seperti dulu. Tapi sepertinya itu semua sia – sia. Bern tak akan pernah kembali.

Bern pergi meninggalkan Giu.

Bern bunuh diri dengan meminum banyak obat tidur yang dicampur meminumnya dengan kahlua. Dan iapun meninggal dengan meninggalkan sepucuk surat untuk Giu.

2 hari setelah kematian bern diketahui. Bern bunuh diri di kamar hotel tidak jauh dari apartment Bern dan Giu.

Giu mengetahui keberadaan Bern sekarang ini. Dengan sekuat tenaga ia berlari dengan segera ke tempat lokasi dan ditemukan sang kekasihnya Bern. Tetapi sayang telah terlambat. Bern yang ia cintai telah meninggal dan dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Bern telah terbujur kaku tidak bergerak dan tidak bernafas. Dingin.

Hanyalah sesal di dada yang Giu rasakan. Giu sangat – sangat menyesalinya. Air matanya tak berhenti mengenang Bern.

Dan ’G’ kini telah mengerti makna cinta. Dan iapun yakin dimanapun bern berada saat ini, Bern telah mengetahui dan belajar apa itu artinya cinta. Dan mereka telah melewatinya. Makna cinta.

Giu mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ia paham bahwa apa yang ia jalani dan ia nikmati sekarang ini hanyalah sesaat. Dan ia ingin menjadi seorang yang lebih berguna lagi dibanding sebelumnya. Menjadi berarti untuk orang lain. Belajar untuk tidak mengikuti hawa nafsunya. Untuk dapat mengerti dan mensyukuri atas hidupnya.

Giu signed out dari team event organizernya. Ia membuka usaha toko cokelat. ’G’ aktif di gerejanya serta pelayanan didalamnya di bagian creative ministry. Dan lagi ia bergabung serta aktif dalam LSM(Lembaga Sosial masyarakat). ’G’ begitu bersemangat. Semangat yang dipelajarinya dari Bern. ’G’ mempunyai beberapa anak asuh yang ia asuh dari panti asuhan. ’G’ begitu aktif di LSm di berbagai bidang. Seperti ia ikut meng-kampanye-kan tentang bahaya AIDS/HIV, perduli terhadap anak – anak jalanan, exsploitasi terhadap anak, traffic king, bahaya narkoba, dan peduli terhadap lingkungan hidup. Sejauh ini ’G’ tercatat aktif di berbagai LSM seperti : YCAB (bergerak di bidang AIDS& drugs), GAYA – NUSANTARA (bergerak di bidang komunitas Gay Indonesia), WWF Indonesia (bergerak di bidang Lingkunagn hidup Flora - fauna), JPCC(Jaka Perkasa Citra Cemerlang) -> bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan perlindungan hukum.

Sehingga menjadikannya seorang yang hidup selibat. Tetap seorang gay yang ingin memberikan kita contoh bahwa hidup tidak sekedar menerima tetapi memberi dan peduli. Lebih dari sekedar kasih. Arti cinta. (Means Love)